Miris! Kerusakan Pantai Kartika Akibat Aktivitas Penambangan Viral di Media Sosial

4 Min Read
Aerial view of a small rocky island with exposed dirt and excavation equipment along winding paths, surrounded by calm blue water.
Kondisi Pantai Kartika yang mengalami kerusakan parah (Foto: Instagram @rudyworldpacker)

Mabur.co – Jagat dunia maya kembali dibuat miris melihat kabar kerusakan lingkungan di kawasan pesisir Pantai Kartika, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kawasan wisata yang sebelumnya dikenal memiliki panorama alam eksotis itu diketahui mengalami kerusakan parah akibat tedampak aktivitas pertambangan secara masif yang terus meluas.

Kabar ini pun viral setelah seorang traveler asal Jogja bermana Rudi mengunggah postingan video udara yang menampilkan perubahan bentang alam Pantai Kartika secara drastis. 

Lewat akun Instagram @rudyworldpacker, Senin (25/5/2026), ia memperlihatkan kawasan pantai di area perbukitan karst yang sebelumnya sangat indah, berubah menjadi rusak. Sejumlah bukit yang sebelumnya nampak hijau kini menjadi gundul dan hancur.

Ia bahkan menyebut sebuah spot di kawasan ini bernama Pantai Senja yang selama ini menjadi lokasi wisata unggulan bagi warga sekitar telah lenyap dan rata dengan tanah. 

Video yang telah ditonton lebih dadi 900 ribu kali, dan mendapat 110 ribu like itu pun langsung mendapat berbagai tanggapan negatif dari netizen. Hingga berita ini dibuat sudah ada lebih dari 2000 komentar di postingan ini.

Tak sedikit netizen menyayangkan adanya aktivitas penambangan yang justru merusak alam di wilayah dengan potensi pariwisata luar biasa tersebut. Sementara sejumlah netizen mempertanyakan kebijakan pemerintah yang membiarkan hal semacam itu bisa terjadi. 

Dikutip Kendariinfo, Senin ini, izin aktivitas pertambangan batu gamping di sekitar Pantai Kartika ini memang diduga menyalahi aturan dan bertentangan dengan aturan tata ruang daerah. 

Dalam Perda Konawe Selatan Nomor 5 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2020–2040, kawasan Pulau Senja ditetapkan sebagai wilayah pariwisata alam laut atau bahari yang seharusnya dilindungi dari aktivitas pertambangan.

Aturan tersebut menegaskan bahwa kegiatan tambang tidak diperbolehkan di kawasan wisata pantai, pesisir, dan pulau-pulau kecil. 

Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tetap menerbitkan empat izin usaha pertambangan (IUP) pada periode 2021–2025. 

Izin itu diberikan kepada PT Citra Khusuma Sultra, CV Ramadhan Moramo, dan PT Hoffmen Energi Perkasa, termasuk izin operasi produksi dan eksplorasi di sekitar kawasan wisata Pulau Senja.

Dampak Material Lumpur

Sementara itu dikutip Suara, kondisi kerusakan akibat aktivitas pertambangan di Pantai Kartika juga mulai berdampak pada kondisi lingkungan di sekitarnya.

Saat hujan turun, material lumpur dari kawasan tambang terbawa ke laut dan menyebabkan sedimentasi di wilayah pesisir.

Akibatnya, air laut menjadi keruh dan terumbu karang rusak akibat tertutup endapan lumpur. Aktivitas wisata bahari pun juga perlahan menurun karena kondisi alam yang tidak lagi menarik seperti sebelumnya.

Kerusakan lingkungan tersebut turut berdampak pada perekonomian warga Desa Wawatu. Aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang sebelumnya mengandalkan sektor wisata pun menjadi lumpuh.

Warga tak lagi bisa memperoleh penghasilan karena  hasil penyewaan perahu wisata, alat snorkeling, warung makan, hingga penjualan hasil laut kepada wisatawan telah mati.

Sementara sejumlah warga yang bekerja di sektor pertambangan sangat minim dan hanya bekerja sebagai tenaga kasar dengan penghasilan rendah.

Aktivitas tambang di kawasan Moramo ini sendiri diketahui berkaitan dengan tingginya kebutuhan batu gamping sebagai bahan pendukung industri peleburan nikel. Mineral gamping tersebut digunakan untuk proses pemurnian logam di smelter.

Meski industri hilirisasi nikel disebut menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional, nyatanya hal itu dilakukan dengan menyalahi aturan dan justru merusak lingkungan serta tidak memberikan dampak positif apapun bagi masyarakat sekitar. 

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment