Mabur.co — Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, merayakan ulang tahun yang ke-80 tepat pada Kamis (02/04/2026) hari ini.
Perayaan ulang tahun Gubernur DIY ini dilakukan secara meriah dengan menggelar kirab gunungan yang diikuti seluruh pamong desa atau kelurahan di 5 kabupaten kota se-DIY.
Tak hanya itu, pesta rakyat juga digelar dengan menyajikan makanan gratis serta pentas pertunjukan seni bagi seluruh masyarakat di sepanjang Jalan Malioboro.
Bagi masyarakat Yogyakarta, sosok Sultan HB X sendiri merupakan seorang raja yang bersahaja dan merakyat.
Hal ini seolah menurun dari sosok Sultan HB IX yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
“Seperti ayahnya Sultan IX, Sultan X ini merupakan raja yang merakyat. Selama ini Sultan cukup dekat dengan masyarakat. Walau Raja dan Gubernur, beliau sering menempatkan diri seperti orang biasa,” ujar salah seorang warga asal Mergangsan, Margono.
Menurut Margono, salah satu contoh kebersahajaan Sultan HB X ditunjukkan dari perilaku kesehariannya saat berkendara di Jalan Raya.
Sultan hampir tak pernah mendapat pengawalan meski berstatus Raja sekaligus Gubernur.
“Saya pernah lihat sendiri mobil Sultan kalau di jalan raya tidak pernah dikawal. Bahkan jalannya juga biasa seperti kendaraan lainnya. Kalau ada lampu merah ya berhenti. Kalau kena macet ya tetap antre,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Heru, warga Umbulharjo, Sultan HB X merupakan sosok raja yang sangat mengayomi seluruh rakyatnya.
Menurutnya, Sultan selama ini tak pernah membeda-bedakan warga Jogja asli maupun pendatang.
“Buktinya semua mahasiswa luar Jawa tetap diterima tinggal di Jogja, bahkan selalu dilindungi. Meskipun kadang ada yang bikin rusuh, Sultan tetap memaafkan. Walaupun itu memunculkan kesan Sultan tidak tegas. Tapi sebenarnya itu bentuk pengayoman seorang Raja kepada seluruh rakyatnya,” katanya.



