Mabur.co- Pemerintah Cina kembali mengencangkan kontrol terhadap ruang digital seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Melalui Cyberspace Administration of China, regulator dunia maya.
Melansir Reuters (Minggu 5/4/2026), dalam regulasi tersebut juga secara tegas melarang layanan yang berpotensi menyesatkan anak-anak atau memicu kecanduan.
Salah satu poin krusial adalah pelarangan “hubungan intim virtual” yang disediakan oleh digital human bagi pengguna di bawah usia 18 tahun, mencerminkan kekhawatiran pemerintah terhadap dampak psikologis dan sosial dari interaksi berbasis AI.
Selain itu, penggunaan data pribadi untuk menciptakan manusia virtual tanpa persetujuan juga dilarang.
Praktik memanfaatkan digital human untuk menghindari sistem verifikasi identitas turut menjadi sorotan, menandakan upaya Beijing menutup celah penyalahgunaan teknologi di era AI yang berkembang cepat.
Dalam aspek keamanan nasional, aturan ini menetapkan batasan ketat terhadap konten yang disebarkan oleh digital human.
Segala bentuk materi yang dianggap membahayakan stabilitas negara, mulai dari hasutan subversif, dorongan separatisme, hingga ancaman terhadap persatuan nasional dilarang keras.
Penyedia layanan turut diminta aktif menyaring konten bermasalah, termasuk yang bernuansa seksual, kekerasan, horor, hingga diskriminatif berdasarkan etnis atau wilayah.
Mereka juga didorong mengambil langkah intervensi jika pengguna menunjukkan kecenderungan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, termasuk menyediakan bantuan profesional.
Langkah ini mencerminkan strategi Cina yang ingin mendorong adopsi teknologi AI secara agresif, namun tetap dalam kendali ketat pemerintah.
Dalam cetak biru kebijakan lima tahun terbaru, AI menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi digital negara tersebut.
Regulasi baru ini disebut sebagai upaya menutup celah pengawasan di sektor digital human yang berkembang pesat.
Pemerintah menilai, pengelolaan teknologi ini bukan sekadar isu industri, melainkan juga menyangkut keamanan siber, kepentingan publik, hingga arah pembangunan ekonomi digital ke depan.



