Artemis II Kembali ke Bumi, Mahakarya Proyek Ruang Angkasa - Mabur.co

Artemis II Kembali ke Bumi, Mahakarya Proyek Ruang Angkasa

Satu minggu terakhir ini pesawat ruang angkasa Artemis II milik NASA Amerika Serikat berhasil mendokumentasikan foto-foto suasana permukaan Bulan.

Publik pun membandingkan mahakarya visual fotografi itu dengan saat pesawat ruang angkasa Apollo menjalani misi yang sama pada era 1960-an yaitu mendokumentasikan suasana Bulan.

Banyak yang kemudian bertanya kenapa misi Artemis II tahun ini tidak sekaligus mendarat di Bulan?

Sebagaimana dulu Apollo kabarnya sudah berhasil mendarat di Bulan dengan bukti foto-foto para astronaut yang berhasil mengibarkan bendera Amerika di sana pada 20 Juli 1969?

Saya sendiri kurang paham juga dan tidak ingin terjebak dalam spekulasi interpretasi.

Yang pasti di zaman yang sudah sangat modern seperti saat ini, kalau apa yang dilakukan oleh Artemis II masih menjadi perdebatan maka nilainya menjadi aneh juga.

Karena dunia astronomi sudah semakin terbuka. Dunia teknologi begitu juga.

Logika manusia pun sudah semakin modern. Yang mestinya didorong di era kini adalah: ada baiknya jika negara lain menyusul seperti halnya NASA, mempunyai program yang sama untuk mendokumentasikan dan melakukan riset tentang Bulan.

Boleh jadi Cina yang akan segera menyusul ke sana. Mungkin juga Rusia, menyusul kemudian Korea Utara, dan negara-negara lain.

Indonesia, kalau tidak banyak korupsi, bisa juga mungkin menyusul ke sana.

Artinya, kalau riset-riset lanjutan seperti yang dilakukan dalam misi Artemis II selalu ada, publik juga mempunyai perspektif perbandingan yang memadai.

Semuanya tidak hanya berhenti dengan asumsi: bahwa Bulan itu bulat, bahwa Bulan itu datar, dan sebagainya.

Begitu pula dengan asumsi lain: bahwa Bumi itu bulat, bahwa Bumi itu datar, dan sejenisnya.

Namun, setidaknya, dengan apa yang sudah dilakukan NASA, memang membukakan mata kesadaran kita bahwa dunia ilmu pengetahuan selalu berkembang.

Bisa saja hasil penelitian itu salah namun sebaiknya memang tidak boleh berbohong. Pernyataan ini jangan dikaitkan dengan penelitian di bidang lain, misalnya ijazah.

Etika peneliti memang harus jujur betapa pun penelitiannya bisa saja kemudian disangkal. Patah secara ilmiah, bukan secara politis, apalagi ekonomis. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *