Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Warganet Soroti Sanksi Denda hingga Blacklist - Mabur.co

Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Warganet Soroti Sanksi Denda hingga Blacklist

Mabur.co– Video seorang penumpang kereta cepat Whoosh yang menahan pintu kereta viral di media sosial.

Insiden tersebut terjadi saat kereta hendak berangkat pada Selasa (7/4/2026) dari Stasiun Padalarang, Jawa Barat.

Dalam rekaman CCTV yang diunggah akun resmi @keretacepat_id, dalam unggahan ungkap keterangan @keretacepat_id, dikutip Sabtu (11/4/2026), terlihat seorang penumpang berdiri di celah antara kereta dan peron sambil berupaya menahan pintu agar tidak tertutup.

Tindakan itu membuat sensor pada sistem buka-tutup pintu otomatis terganggu. 

Akibatnya, kereta yang dijadwalkan berangkat pukul 07.23 WIB mengalami keterlambatan selama dua menit.

Belakangan diketahui, penumpang tersebut menahan pintu karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron. 

Menilik dari kolom komentar pihak Whoosh memastikan bahwa setiap barang yang tertinggal akan disimpan oleh petugas.

Dalam video yang diunggah ramai beragam respons dari warganet.

Tak sedikit yang melakukan diskusi mengenai sanksi yang harusnya diterapkan, mengingat aksi tersebut bisa merugikan penumpang orang lain.

Beberapa komentar dari warganet seperti, “Didenda nggak itu? Kalau enggak, ntar diulang lagi,” tulis akun @ibn****d

“Kenapa nggak diterapkan sistem denda bayar di tempat kalau ada pelanggaran apalagi menyangkut keselamatan? Biar ada efek jera,” tulis akun @mza****a

“Bisa masuk black list selama beberapa waktu yang ditentukan dan membayar denda besar. Biar jera aja itu,” tulis akun @smu***s

Sementara itu, General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Apalagi, dampaknya bisa merusak sarana kereta cepat Whoosh.

“Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” ujar Eva, mengutip Liputan6.com.

Eva menjelaskan, KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh dengan aman sebelum pintu ditutup. 

“Penumpang diharuskan selalu mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan perjalanan,” tegas dia.

Eva menuturkan, penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan tersebut. 

“KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh,” ujar Eva.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *