Mabur.co – Selain dikenal memiliki destinasi wisata unggulan yakni Goa Selarong, Desa Guwosari, Pajangan, Bantul selama ini juga dikenal memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam.
Salah satunya terlihat dari berbagai hasil kerajinan tradisional yang dihasilkan masyarakatnya. Tak sedikit produk kerajinan yang dihasilkan warga desa ini bahkan telah dikenal hingga mancanegara.
Dikutip dari situs resmi Pemerintah Guwosari, salah satu padukuhan yang memiliki beragam produk kerajinan tradisional itu adalah Padukuhan Kembang Putihan.
Berada di wilayah paling utara Kalurahan Guwosari, padukuhan ini dikenal dengan kreativitas masyarakatnya yang aktif mengembangkan berbagai kerajinan tradisional bernilai ekonomi tinggi.
Sejumlah pelaku UMKM di dusun ini aktif mengembangkan produk kerajinan tradisional secara turun-temurun yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Produksi Keris dan Tombak
Salah satu UMKM yang cukup dikenal ialah usaha kerajinan keris milik Suradi atau yang akrab disapa Pak Bewok. Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1975 silam dan memproduksi berbagai jenis keris serta tombak tradisional.
Selain membuat keris baru untuk dijual sebagai hiasan atau koleksi, Pak Bewok juga melayani jasa perbaikan keris milik para pelanggannya.
Tak sedikit produk keris dan tombak buatan Pak Bewok, bahkan telah dipasarkan ke berbagai wilayah seperti Yogyakarta, Bali, Semarang, Batam, hingga sejumlah daerah lain di Indonesia.
Kipas Bambu Wulung
Potensi kerajinan lainnya juga terlihat dari usaha kipas tangan tradisional, milik Pak Jiyo. Berdiri sejak tahun 2000-an, UMKM ini rutin memproduksi kipas tangan berbahan dasar bambu hitam atau bambu wulung yang dilapisi kain dengan berbagai ukuran.
Dalam sehari, produksi kipas tangan milik Pak Jiyo bahkan bisa mencapai sekitar 500 unit.
Harga yang terjangkau, serta kualitas produk yang baik, membuat kipas tangan produksi Pak Jiyo banyak diminati pelanggan dari berbagai wilayah. Mulai dari Bali, Yogyakarta, Solo, Magelang, Medan, dan Semarang. Bahkan, hingga Malaysia melalui tangan kedua.
Selain itu, terdapat pula usaha kerajinan kayu atau handycraft milik Jumino Mulyosari yang telah berdiri sejak tahun 1990. Produk yang dihasilkan meliputi meja, kursi, dipan, hiasan dinding, miniatur rumah, hingga berbagai kerajinan kayu lainnya.
Bahan baku yang digunakan antara lain kayu trembesi, munggur, dan kayu jati. Seluruh proses pembuatan dilakukan langsung oleh Pak Jumino sesuai permintaan pelanggan.
Produk kerajinannya dipasarkan melalui toko mebel, galeri pribadi di Kasongan, pemesanan langsung konsumen, hingga distributor yang memasarkannya ke luar negeri.
Topeng dan Patung
Tak hanya itu, usaha kerajinan patung dan topeng milik Tri Sugianti juga bisa ditemukan di kawasan dusun Kembang Putihan. Dikelola sejak tahun 2015, UMKM iki rutin memproduksi topeng, patung, baki makanan, serta berbagai kerajinan kayu lainnya.
Hasil kerajinan tersebut biasa dipasarkan ke berbagai toko suvenir dan pusat oleh-oleh di kawasan wisata seperti Bali, Yogyakarta, Solo, hingga Semarang.
Berbagai produk hasil kerajinan masyarakat dusun Kembang Putihan ini menjadi bukti kreativitas sekaligus komitmen masyarakat desa Guwosari dalam melestarikan budaya warisan leluhur.

