Mabur.co – Guru besar hukum tata negara, Mahfud MD, ikut bersuara mengenai isu penggulingan Prabowo Subianto sebagai presiden RI, yang disampaikan para pengamat dalam acara halal bihalal “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang berlangsung akhir Maret lalu.
Menurut mantan pasangan Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 ini, seluruh kritikan itu muncul seiring dengan reaksi pemerintah yang kerap menolak masukan dari berbagai pihak, salah satunya pengamat politik.
Selain menolak, pemerintah juga kerap memposisikan diri sebagai “korban”, dan berusaha meng-counter setiap kritikan itu dengan capaian-capaian tertentu yang sudah diraih, dan seterusnya.
“Itu (kritik terhadap pemerintah) tidak apa-apa sebenarnya kalau kita mau berdemokrasi. Dan kalau situasi tidak kunjung berubah, cara kerja pemerintah masih seperti ini (menolak untuk dikritik), maka (kritikan itu) akan semakin membesar dan semakin membesar, seperti itu,” ungkap Mahfud MD dalam podcast Terus Terang, sebagaimana dilansir dari kanal Mahfud MD Official, belum lama ini.
Apalagi menurut Mahfud, konsititusi dalam negara demokrasi telah menjamin kebebasan berpendapat di muka umum.
Sayangnya hal itu seolah dilanggar sendiri oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, yang seringkali bersifat represif terhadap setiap kritikan yang ada.
“Iya menyetujui (setiap kritikan terhadap pemerintah). Dan itu juga sudah dijamin dalam konstitusi kita. Dijamin pula oleh kesepakatan politik kita. Resultante kita dulu mendirikan negara agar ada yang memerintah, ada yang ngeritik untuk meluruskan, gitu. Memang dalam perjalanan sejarah negeri ini, (siapa pun presidennya) yang memerintah itu pasti selalu dikritik,” tambah mantan Menkopolhukam ini.
Secara tidak langsung, Mahfud menganggap bahwa kehadiran pengamat tetap sangat dibutuhkan oleh negeri ini, untuk bisa menjadi “pengawas” dari setiap program dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Terlebih setelah tidak lagi aktif di pemerintahan pusat (karena kalah dari Prabowo-Gibran dalam kontestasi Pemilu 2024), Mahfud juga ikut-ikutan menjadi pengamat, dengan menjadi pembicara di channel YouTube-nya buatannya sendiri. (*)

