Mabur.co – Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Praka Rico Pramudia Prajurit TNI yang tergabung dalam misi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL) akhirnya dinyatakan gugur Jumat (24/04/2026) kemarin.
Praka Rico dinyatakan meninggal di Rumah Sakit St. George, Beirut, usai dirawat selama 4 pekan setelah mengalami luka parah akibat terkena ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026 silam.
Praka Rico sendiri merupakan salah satu prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan.
Selama ini ia berdinas sebagai Tamtama Bantuan (Taban) yang bertugas di Seksi Operasi (SO) Regu (RU) 1 atau 2, Kompi Senapan A, Batalyon Infanteri 114/Satria Musara, Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh.
Almarhum Praka Rico meninggal di usia 31 tahun dan meninggalkan seorang anak yang berusia 3 tahun, hasil pernikahannya dengan sang istri Yulia Putri pada 27 November 2019 silam.
Dikutip Antara, Sabtu (25/4/2026), Praka Rico berasal dari Dusun VII, Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatra Utara.
Ia merupakan anak dari pasangan suami istri Pairin dan ibunya bersama Kaya. Rico merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara.
Meski anak dan istrinya tinggal di asrama TNI Kodam Iskandar Muda Aceh, rencananya jenazah almarhum Praka Rico akan dipulangkan ke rumah asalnya di Sumatra Utara.
Dalam sejumlah postingan di media sosial pribadinya, almarhum Praka Rico sendiri nampak memiliki hubungan bahagia bersama istri dan anaknya. Ia juga terlihat cukup dekat dan berbakti kepada kedua orang tuanya.
Ia juga terlihat cukup religius karena kerap memposting video tausyiah atau kajian agama dari sejumlah ustaz terkemuka di Indonesia. Termasuk juga berfoto menggunakan latar belakang masjid di sejumlah kesempatan.
Diperkirakan jenazah Praka Rico sendiri akan tiba di rumah duka pada Senin depan, setelah seluruh proses repatriasi selesai dilakukan. ***



