Wilayah Terpencil di Sumatra Jadi Surga Situs Megalitik Terbesar di Indonesia 

3 Min Read
Outdoor garden with several large abstract stone sculptures on a green lawn, backed by trees and shrubbery.
Sejumlah benda peninggalan era Megalitikum di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. (Foto: Pemkab Lahat)

Mabur.co – Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, dikenal luas sebagai wilayah yang memiliki banyak situs peninggalan megalitikum di Indonesia. 

Saking banyaknya situs prasejarah di kawasan ini, Kabupaten Lahat bahkan dijuluki sebagai negeri Seribu Megalitikum.

Tidak hanya menjadi yang terbanyak di Indonesia, situs-situs megalitik di wilayah ini juga memiliki bentuk dan karakter unik yang sulit ditemukan di daerah lainnya.

Dikutip Times Indonesian, Rabu (10/6/2026), salah satu situs terbesar adalah kawasan megalitik Pasemah yang membentang di wilayah Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, Empat Lawang, hingga sebagian Muara Enim. 

Sebagian besar situs berada di sekitar kaki Gunung Dempo dan Pegunungan Gumay yang sangat subur, dan sejak ribuan tahun lalu diyakini menjadi pusat permukiman manusia prasejarah di Sumatra.

Kepala Balai Arkeologi Sumatra Selatan, Budi Wiyana, menyebut kawasan Pasemah memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang sangat tinggi. 

Berbagai penelitian mengenai megalitik Pasemah telah dilakukan oleh peneliti dari Jerman, Belanda, dan sejumlah negara lainnya sejak abad ke-18.

64 Situs Megalitik

Berdasarkan data yang ada, sedikitnya terdapat 64 situs megalitik dengan 15 jenis peninggalan berbeda yang tersebar di kawasan Pasemah. Jumlah dan variasi ini menjadikan Lahat sebagai salah satu kawasan megalitik paling kaya di Asia Tenggara.

Berbagai peninggalan yang ditemukan meliputi arca manusia, arca hewan, menhir, dolmen, kubur batu, bilik batu, lumpang batu, lesung batu, batu datar, hingga tempayan kubur. 

Keunikan inilah yang membedakan megalitik Pasemah dengan situs serupa di berbagai negara yang umumnya hanya memiliki beberapa jenis peninggalan saja.

Salah satu situs paling menarik berada di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan. 

Di lokasi ini sebagaimana dikutip Rmol Sumsel, Rabu (10/6/2026), ditemukan sejumlah peninggalan langka berupa lesung batu dengan relief kepala kodok, kepala kambing, hingga figur manusia yang memikul lesung. 

Tak hanya itu, terdapat pula lumpang batu yang menggambarkan sosok manusia sedang dililit dan digigit ular, yang hingga kini disebut sebagai satu-satunya temuan sejenis di kawasan Megalitik Pasemah.

Temuan menarik lainnya adalah arca manusia yang digambarkan mengenakan berbagai asesori seperti topi, kalung, gelang, dan anting.

Arca tersebut memperlihatkan seorang figur dewasa yang mengapit dua anak sambil menunggang seekor gajah dengan detail pahatan yang sangat halus.

Menurut para peneliti, kualitas pahatan yang detail menunjukkan masyarakat Pasemah telah mengenal teknologi logam pada masanya.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa peradaban megalitik di kawasan tersebut berkembang sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi atau pada masa perundagian.

Penghargaan MURI

Saking kayanya situs prasejarah, Kabupaten Lahat bahkan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai daerah dengan situs megalitik terbanyak di Indonesia. Setidaknya terdapat lebih dari 1.000 peninggalan megalitik yang tersebar di puluhan lokasi.

Selain memiliki nilai sejarah, situs-situs ini juga menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi.

Karena itu Pemerintah baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi terus bersama-sama melakukan pelestarian dan pengelolaan situs megalitik Pasemah agar dapat berkembang menjadi salah satu pusat wisata sejarah dan peradaban terpenting di Indonesia. ***

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment