Mabur.co- Tragedi kecelakaan lalu lintas kembali mengguncang sektor transportasi darat. Kali ini, tabrakan fatal antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2025).
Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang dan menyebabkan tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan berbagai barang yang diduga dibawa penumpang di dalam bus nahas tersebut.
Barang-barang itu kini menjadi perhatian penyidik karena dinilai tidak lazim berada di angkutan penumpang umum. Beberapa barang yang ditemukan di antaranya tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, hingga dua unit sepeda motor.
Temuan tersebut kini tengah didalami aparat kepolisian untuk mengetahui apakah barang bawaan itu memiliki kaitan dengan penyebab maupun dampak fatal kecelakaan yang menewaskan belasan orang tersebut.
“Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bawaan di dalam kendaraan yang menjadi perhatian penyidik, di antaranya tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, serta dua unit sepeda motor. Temuan ini mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan sedang didalami lebih lanjut,” katanya dilansir Tv One, Kamis (7/5/2026).
Nandang mengatakan, Polda Sumsel memastikan proses penanganan korban kecelakaan terus dilakukan secara maksimal, termasuk identifikasi korban melalui operasi Disaster Victim Identification (DVI).
Sebanyak 16 kantong jenazah yang sebelumnya dievakuasi ke RSUD Lubuk Linggau kini telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi lanjutan.
Mu’min mengatakan seluruh jajaran kepolisian saat ini bekerja tanpa henti untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.
“Adapun 16 orang meninggal dunia dalam kejadian ini terdiri dari 14 penumpang bus dan dua kru truk tangki. Selain itu, tiga orang mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Rupit,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mengatakan, insiden yang merenggut 16 nyawa ini dinilai sebagai tamparan keras bagi aspek keselamatan transportasi darat nasional.
“Saya mendesak Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan audit investigasi menyeluruh, tidak hanya pada kronologi kejadian, tetapi juga pada standar operasional prosedur (SOP) angkutan barang berbahaya dan angkutan penumpang jarak jauh.
Kejadian di Muratara ini sangat menyayat hati. Sebanyak 16 nyawa melayang dalam sekejap akibat benturan yang memicu kebakaran hebat. Kami mendesak adanya audit ketat terhadap kelayakan armada bus ALS dan kesiapan masinis jalan raya kita. Jangan sampai nyawa rakyat terus melayang akibat abainya standar keselamatan di jalur lintas,” ujarnya dilansir Liputan 6.com, Kamis (7/5/2026).
Huda menyoroti faktor kelelahan (fatigue) yang sering menjadi penyebab bus masuk ke jalur berlawanan.
Menurutnya pemerintah perlu memperketat pengawasan terkait menajamen waktu kerja awak bus dengan rute-rute panjang seperti PO ALS.
“Rute bus ALS adalah salah satu yang terpanjang di Indonesia. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap perusahaan otobus memiliki manajemen waktu kerja dan istirahat sopir yang ketat dan terpantau secara digital,” ujarnya.
Huda mengatakan, tabrakan ini menjadi sangat fatal karena melibatkan truk tangki BBM.
Huda meminta evaluasi terhadap regulasi jam operasional dan pengawalan khusus bagi truk pengangkut bahan mudah terbakar di jalur-jalur rawan kecelakaan guna meminimalkan risiko fatalitas saat terjadi benturan.
“Kami juga meminta Kemenhub dan Kementerian PU untuk mengecek kembali kelayakan infrastruktur di lokasi kejadian, mulai dari marka jalan, penerangan, hingga rambu peringatan di area yang rawan terjadi tabrakan ‘adu banteng’,” tegasnya.




