Mabur.co- Pemerintah mulai menguji coba penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui skema koperasi.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak sekaligus menekan gejolak harga jagung di tingkat peternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan, monitoring ini dilakukan dalam rangka membantu pemenuhan kebutuhan jagung bagi peternak di DIY.
Sekaligus dilakukan uji coba pembelian jagung untuk peternak melalui koperasi di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.
“Pakan merupakan salah satu kunci keberhasilan peternakan agar peternak sejahtera. Dengan harga gudang BULOG 5000/kg dan di peternak maksimal 5.500/kg diharapkan dapat mencegah dan menanggulangi gejolak harga jagung di peternak, menjaga ketersediaan pasokan dari stabilisasi harga jagung serta menjaga stabilisasi harga telur ayam ras,” ujarnya, usai melakukan monitoring ketersediaan jagung di Gudang Bulog Kalasan, Sleman, pada Senin (11/5/2026).
Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan SPHP, Maino Dwi Hartanto, ST.P.M.P., menyatakan untuk proses penyaluran telah dimulai di gudang BULOG selanjutnya adalah teknsi pengambilan jagung.
“Ini sedikit membantu para peternak, sedikit membantu, dan dibutuhkan kerjasama antarsemua pihak,” ujarnya.



