Mabur.co – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pernah menyampaikan dalam salah satu janji kampanye-nya, bahwa pemerintahannya akan menyediakan 19 juta lapangan pekerjaan baru, untuk mengatasi kurangnya lapangan kerja di Indonesia, serta mengatasi gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Namun setelah hampir dua tahun memimpin negeri ini, janji itu tak lebih dari sekadar omon-omon belaka. Karena nyatanya, jumlah pengangguran terus meningkat, PHK terus terjadi dimana-mana, situasi ekonomi semakin memburuk, dan mecari pekerjaan baru juga menjadi semakin sulit, dan persaingannya pun semakin ketat.
Namun bagi Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, janji kampanye itu sejatinya tetap bisa diwujudkan, bahkan angkanya juga bisa lebih dari 19 juta, apabila pemerintah benar-benar serius menggarap permasalahan ini, alih-alih terus mengurus MBG atau KDMP, yang sangat rentan mengandung permainan korupsi di dalamnya.
Dilansir dari kanal YouTube Fristian Griec Media, Sabtu (9/5/2026), berikut adalah beberapa sektor yang bisa menjadi lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda, guna memutus rantai pengangguran, garis kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik.
1. Transisi Energi
Energi adalah salah satu kekayaan terbesar yang dimiliki oleh Indonesia. Bhima pun sependapat dengan hal itu. Dalam satu panel surya atau tenaga matahari saja, terdapat banyak komponen yang bisa diubah, dan tentu saja butuh banyak tenaga kerja di dalamnya.
Bhima memprediksi, jika sektor energi terbarukan ini bisa digarap dengan serius oleh pemerintah, jumlah tenaga kerja yang terserap akan lebih dari 19 juta. Sehingga hal itu sudah melampaui janji kampanye dari Wapres Gibran, pada saat kampanye beberapa tahun lalu.
2. Hilirisasi Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan
Hilirisasi juga menjadi salah satu sektor yang bisa dimaksimalkan potensinya oleh pemerintah, apabila benar-benar dikerjakan secara serius.
Bhima pun meyakini bahwa demand di sektor hilirisasi ini masih cukup tinggi, karena sektor ini akan mampu menghasilkan produk-produk berbau kesehatan, seperti healthy food, green tea, dan seterusnya.
Terlebih produksi makanan dan minuman dari alam juga menjadi salah satu kebutuhan yang paling dicari oleh masyarakat saat ini, alih-alih memproduksinya melalui olahan pabrik, serta barangnya berasal dari impor luar negeri, dan seterusnya.
3. Sektor Pendidikan
Bhima juga menilai bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor yang harus digarap dengan serius oleh pemerintahan saat ini, untuk bisa menghasilkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Pendidikan yang baik juga akan mampu mendatangkan “antek-antek asing” untuk belajar dan menimba ilmu di Indonesia.
Pendidikan pun tidak harus dikelola secara komersil, namun jika benar-benar dimaksimalkan dengan baik, tenaga-tenaga kerja pendidik yang terampil akan mampu mentransfer ilmunya ke berbagai cabang lain, bakan sampai ke mancanegara.
Apalagi pendidikan juga merupakan salah satu investasi terbesar dari pemerintah, yang dianggarkan melalui APBN. Disinilah peran investasi tersebut sebetulnya juga bisa benar-benar dimanfaatkan dengan baik, apabila pemerintah benar-benar serius memperbaiki persoalan yang satu ini.
Bukanna justru semakin menenggelamkan pendidikan, dengan meniadakan guru honorer mulai 2027, serta pengangkatan status ASN bagi relawan SPPG, yang sehari-harinya saja juga berkecimpung di sekolah-sekolah untuk membagikan menu makanan MBG.
4. Sektor Perumahan
Dengan harga tanah yang terus melambung tinggi, sejatinya sektor perumahan juga mampu menyumbangkan jumlah lapangan kerja yang cukup memadai bagi para generasi muda. Mengingat perumahan mampu melipatgandakan berbagai sektor baru di bidang lainnya, yang sudah pasti membutuhkan banyak tenaga kerja baru di dalamnya.
Misalnya untuk urusan kaca, keramik, stainless steel, dan lain-lain, semuanya butuh tenaga-tenaga baru yang siap pakai, untuk dimaksimalkan menjadi sebuah ekosistem industri yang baik dan berkelanjutan. Sehingga membuat serapan tenaga kerja di bidang ini akan jauh lebih banyak dari sebelumnya.
***
Melalui keempat sektor tersebut, Bhima meyakini bahwa Indonesia akan mampu mengatasi persoalan lapangan kerja yang kian menyempit, sekaligus mengurasi angka pengangguran terbuka.
Hanya saja, mengelola keempat sektor tersebut juga tidaklah mudah, dan butuh manajemen yang baik dari pihak-pihak terkait, untuk memastikan agar perekrutannya benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, bukan hanya modal relasi semata. (*)

