Mabur.co– Di media sosial beredar informasi yang mengklaim bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menerapkan penarikan pajak bagi pesepeda mulai Juli 2026. Informasi itu menimbulkan kekhawatiran publik, apalagi bagi pesepeda.
Koordinator Bike to Work Korwil Jogja, Noer Cholik, mengatakan, Bike to Work Jogja memandang bahwa wacana pemungutan pajak sepeda perlu dikaji sangat hati-hati.
Moda Transportasi yang Bermanfaat bagi Publik
Sepeda bukan sekadar barang konsumsi atau alat rekreasi, tetapi moda transportasi yang memberikan manfaat publik.
“Setiap orang yang memilih bersepeda ke tempat kerja sesungguhnya membantu mengurangi kemacetan, polusi udara, emisi karbon, hingga beban infrastruktur jalan,” katanya, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Noer, jika pemerintah ingin meningkatkan penggunaan transportasi ramah lingkungan, semestinya kebijakan yang muncul adalah insentif, bukan disinsentif.
Di banyak negara, orang yang bersepeda justru mendapat dukungan berupa jalur sepeda yang aman, fasilitas parkir, bahkan insentif finansial karena mereka berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Sepeda Bukan Penyebab Masalah Transportasi
“Kami pesepeda paham negara membutuhkan penerimaan. Tapi ya jangan sampai kebijakan fiskal mengirim pesan yang keliru, seolah-olah masyarakat yang memilih transportasi rendah emisi justru dibebani. Prinsipnya, kebijakan transportasi harus mendorong perubahan perilaku menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan,” ucapnya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Noer pula, jika memang ada kebutuhan pendataan kepemilikan sepeda atau peningkatan standar keselamatan, perlu dibicarakan bersama komunitas, akademisi, dan pemerintah.
Kalau orientasinya semata-mata menjadi objek pajak, dikhawatirkan hal itu akan mengurangi minat masyarakat untuk bersepeda dalam keseharian. Sepeda itu bukan penyebab masalah transportasi Indonesia.
“Sepeda justru bagian dari solusi. Karena itu, kebijakan negara seharusnya bikin mudah orang untuk bersepeda, bukan malah menambah hambatan bagi mereka yang sudah memilih hidup lebih sehat, hemat, dan ramah lingkungan,” katanya.
