Menu Andalan Sarapan, Soto Lamongan ‘Cak Ngun’ Lezat dan Melegenda - Mabur.co

Menu Andalan Sarapan, Soto Lamongan ‘Cak Ngun’ Lezat dan Melegenda

Mabur.co- Soto menjadi menu sarapan yang banyak disukai orang Indonesia, tidak terkecuali Kota Yogyakarta sebagai kota kuliner dengan berbagai jenis soto yang tersedia.

Salah satunya adalah Soto Lamongan, yang menjadi menu sarapan enak dan mudah dijumpai di Kota Yogyakarta.

Warung Soto Lamongan di Kota Yogyakarta yang sudah dikenal lezat dan melegenda adalah Soto Lamongan Cak Ngun, yang berlokasi di Jalan Veteran, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Nama Cak Ngun, diambil dari nama sang penjual, Mangun yang merantau dari Lamongan ke Kota Yogyakarta bersama istrinya Paijem di tahun 1989, untuk mengadu nasib dengan berjualan soto.

Cak Ngun menuturkan, ke Yogyakarta untuk merintis jualan soto, awalnya pakai gerobak kaki lima, bikin atap dari seng, sampai pindah tempat mangkal empat kali.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa menetap di warung ini,” katanya, saat ditemui, Sabtu (16/5/2026).

Storefront with large Indonesian banners advertising beef (daging sapi) and the town Lamongan; man stands at entrance amid parked motorbikes.
Salah satu pembeli usai menikmati Soto Lamongan ‘Cak Ngun’. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Cak Ngun menuturkan, kesehariannya bersama istri, dua anak, dan empat pegawai, tidak pernah lepas dari urusan soto.

Mulai dari jam 4 pagi dirinya sudah sibuk meracik bumbu dan mempersiapkan dagangan untuk siap dinikmati pelanggan mulai pukul 6 pagi hingga 5 sore.

“Bukanya pagi jam 6 nanti tutup jam 5 sore. Paling ramai itu di jam sarapan sampai jam 12 siang. Selain itu biasa saja, nanti setelah tutup persiapan untuk belanja kebutuhan dagangan,” tuturnya.

Penikmat Soto Luar Kota dan Mancanegara

Cak Ngun mengatakan, penikmat soto Cak Ngun tidak hanya orang Jogja saja, tapi juga wisatawan luar kota hingga mancanegara.

Meski sudah memiliki banyak pelanggan dan sering kali diminta untuk melayani pesanan partai besar, ia belum pernah menerima tawaran tersebut dan belum punya rencana untuk buka cabang. 

“Alasannya biar pelanggan yang di sini tetap terlayani, jadi kalau ada pesanan partai besar  orangnya yang ambil ke warung, tapi saya tidak bisa ikut ke sana. Kalau buka cabang memang nggak ada. Biar saya fokus berproses di sini saja. Nanti anak saya yang meneruskan, sekarang sudah mulai belajar pelan-pelan buat ngurus,” ceritanya.

Cak Ngun juga menjelaskan, kalau berjualan soto sudah menjadi bagian yang melekat dengan dirinya. Selain memang untuk menafkahi keluarga, dengan berjualan soto itulah dirinya merasa bahagia karena bisa membuat orang senang dengan menikmati soto racikannya.

“Menu yang ditawarkan Soto Cak Ngun terbilang sederhana, tapi cita rasanya kuat dan sangat kaya, dengan berbagai bumbu seperti bawang putih, merica, ketumbar, dan kuahnya kuning segar. Ditambah irisan dadu daging sapi yang empuk dan tebal, serta nasi putih,” katanya.

Salah satu pelanggan, Adinda Putri, yang merupakan mahasiswi UTY asal Kalimantan, menceritakan alasannya kenapa menyukai Soto Cak Ngun.

Selain karena harganya yang terjangkau, kelezatan rasanya juga sangat melekat.

“Kalau rasanya memang cocok. Sejak awal coba, sampai sekarang sering ke sini buat sarapan. Harganya juga masih masuk untuk kantong mahasiswa,” ungkapnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *