Mabur.co – Kawasan wisata Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, dipadati wisatawan di momen libur panjang akhir pekan ini.
Selain menikmati panorama pantai sambil berburu sunset, para pengunjung juga datang untuk menikmati sejumlah destinasi baru berupa deretan kafe yang bermunculan.
Di tengah banyaknya tempat wisata pantai yang menawarkan konsep serupa, salah satu kafe di kawasan ini yakni De Cafa hadir dengan sesuatu yang berbeda.
Tidak hanya menyuguhkan panorama sunset dan spot foto estetik, pengelola juga menghadirkan pertunjukan kesenian tradisional sebagai daya tarik bagi pengunjung.
Setiap akhir pekan, wisatawan yang datang akan disuguhi berbagai pertunjukan budaya, salah satunya tari tradisional yang dipentaskan di area terbuka dengan latar deburan ombak Pantai Selatan.
Suasana senja berpadu dengan alunan musik tradisional menghadirkan pengalaman wisata yang tidak biasa serta jarang ditemui di tempat lainnya.
Saat banyak destinasi lain hanya mengandalkan panorama alam atau spot foto, De Cafa justru mencoba menghadirkan nuansa budaya khas Jogja sebagai ciri utama kawasan wisata mereka.
Pengelola De Cafa, Willy Okta, mengatakan, pertunjukan seni tradisional sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
Konsep Wisata dan Seni Tradisional
Menurutnya, konsep wisata yang memadukan keindahan pantai dengan seni tradisional mampu menarik minat pengunjung, terutama kalangan anak muda yang gemar mencari pengalaman baru dan tempat yang instagramable.
Meski mengusung konsep ala Bali dengan gapura dan payung yang khas, De Cafa tak lupa membawa identitas lokal sebagai pembedanya.
“Para seniman ini merupakan warga lokal yang kita ajak untuk tampil di sini. Agar tetap menampilkan identitas Jogja,” katanya, Sabtu (16/5/2026).
Kawasan sepanjang pantai Glagah sendiri memang tengah populer di media sosial. Banyak wisatawan datang dari berbagai daerah untuk menikmati suasana pantai yang estetik dengan sejumlah pemecah ombak.
Salah seorang wisatawan, Vira Devinda, mengaku tertarik datang ke De Cafa karena suasananya berbeda dibanding tempat wisata pantai lain. Selain bisa menikmati sunset, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan budaya secara langsung.
“Saya dari Solo, tertarik ke sini karena melihat postingan di Tik Tok. Ternyata memang bagus tempatnya. Beda dari yang lain,” katanya.
Hal serupa disampaikan wisatawan lainnya, Hena Sarah Azhar. Ia menilai kehadiran tari tradisional di kawasan pantai memberikan nuansa khas Jogja yang khas dan tak ditemui di tempat lainnya.
“Bagus sih, jarang ada yang seperti ini,” ungkapnya.
Setiap harinya, jumlah pengunjung di De Cafa Pantai Glagah mencapai sekitar seribu orang. Pada momen libur panjang kali ini, jumlah wisatawan bahkan meningkat hingga 85 persen dibandingkan hari biasa.
Keberadaan pertunjukan seni tradisional di kawasan wisata pantai Glagah ini pun sejalan dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berharap kawasan wisata di Jogja tidak meniru tempat lain, namun tetap menunjukkan identitas lokal. ***




