Mabur.co – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku masih optimis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan, sekalipun nilai tukar Rupiah terus merosot hingga mencapai Rp17.600.
Purbaya juga berkomitmen untuk memperbaiki fondasi ekonomi nasional, salah satunya dengan menjaga saham IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) agar tidak terus merosot dalam beberapa waktu ke depan. Serta menutupi kekurangan di tempat-tempat lainnya.
“Saya akan fokus jaga fondasi ekonomi, dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak akan terganggu. Nanti kita juga akan masuk ke Bank Market mulai hari ini, sehingga pasar obligasinya terkendali, dan (negara) asing yang pegang obligasi nggak akan keluar karena takut. Itu akan bisa membantu pergerakan Rupiah sedikit,” ucap Purbaya saat ditemui awak media, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Liputan6, Senin (18/5/2026).
Indonesia Tak Akan Alami Krisis
Purbaya juga meyakini bahwa Indonesia tidak akan mengalami krisis ekonomi layaknya periode 1998 lalu.
Karena kebijakan pemerintah saat ini sudah lebih matang, dan sanggup mengantisipasi segala macam kemungkinan yang bisa terjadi di kemudian hari.
“Beda (kondisi ekonomi 1998 dengan saat ini), (tahun) 97-98 itu kebijakannya salah. Dan (waktu itu ada) instability social dan politik yang terjadi setahun setelah kita (pemerintah) resesi. Kita kan (sampai sekarang) belum resesi. Ekonomi kita masih tumbuh kencang,” tambah Purbaya.
Imbau Masyarakat Tenang
Purbaya pun kembali meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir atas kenaikan nilai tukar Rupiah saat ini.
Karena pemerintah pasti akan bekerja dengan semaksimal mungkin untuk seluruh rakyat Indonesia, guna memastikan kondisi ekonomi dan nilai tukar Rupiah akan kembali normal seperti sediakala.
Kalau perlu bisa turun sampai ke angka Rp 5.000, seperti janji Presiden Prabowo beberapa tahun lalu. (*)




