Ratusan Siswa SMKN 1 Nanggulan Peringati Harkitnas lewat Kirab Budaya - Mabur.co

Ratusan Siswa SMKN 1 Nanggulan Peringati Harkitnas lewat Kirab Budaya


Mabur.co – Sejak pagi, kawasan jalan raya Nanggulan di Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta nampak lebih ramai dari biasanya.

Sejumlah warga mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu nampak berkumpul di tepi jalan raya untuk bisa menyaksikan kirab budaya yang digelar siswa SMKN 1 Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta. 

Begitu kirab dimulai, suasana pun langsung berubah meriah. Sorak-sorai warga berpadu suara musik kesenian khas Jawa menggema di sepanjang jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan.

Mengenakan bermacam atribut busana tradisional Jawa, ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari SMKN 1 Nanggulan nampak melakukan Kirab Budaya dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer.

Mereka berangkat dari kantor Kapanewon Nanggulan menuju SMKN 1 Nanggulan sambil membawa berbagai macam atribut budaya dan hasil karya masing-masing jurusan.

Mengenakan Busana Jawa

Mengenakan jarik, kebaya, hingga blangkon, para siswa juga terlihat membawa gunungan hasil pertanian, hingga maskot berupa miniatur traktor, jangka sorong, solder, hingga lampu bohlam rakitan yang dibuat sendiri menggunakan barang sederhana. 

Seluruh atribut tersebut menjadi simbol perpaduan antara budaya lokal dan pendidikan vokasi yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.

Parade on a sunny rural road with an orange tractor pulling a leaf-covered festival float and marchers behind it.
Suasana kirab budaya yang digelar SMKN 1 Nanggulan, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Nanggulan, Sugeng Riyadi, mengatakan, kegiatan Kirab Budaya ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional sekaligus ulang tahun sekolah ke-22.

Kirab Budaya dipilih tidak hanya sekedar untuk mengenang sejarah kebangkitan bangsa, tetapi juga menjadi upaya untuk membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal mereka.

Menurut Sugeng sendiri, budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya luar yang masuk melalui perkembangan teknologi dan media sosial.

“Lewat kirab budaya ini, para siswa diajak untuk semakin mencintai budaya mereka sendiri, yakni sebagai benteng melawan berbagai pengaruh budaya asing, sekaligus menghadapi berbagai tantangan zaman di era digital saat ini,” ujarnya.

Budaya Bagian Pendidikan Karakter

Ia menilai budaya tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga menjadi sarana menanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap daerah, bangsa, serta negara. Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter sehari-hari.

Group of people in green shirts marching along a road, carrying a tall, colorful ceremonial tower in a festival procession, with rice fields in the foreground.
Membawa gunungan hasil bumi, suasana kirab budaya yang digelar SMKN 1 Nanggulan, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Hal serupa juga disampaikan guru ilmu budaya SMKN 1 Nanggulan, Herdian Bintang.

Menurutnya, budaya Jawa yang diterapkan di lingkungan sekolah mengandung banyak nilai kehidupan yang relevan bagi generasi muda saat ini.

“Budaya dalam hal ini terkait dengan budaya Jawa yang ada di lingkungan SMKN 1 Nanggulan mengajarkan filosofi tepa selira, andhap asor, gotong royong, dan eling lan waspada. Nilai-nilai ini menanamkan rasa empati, kepedulian sosial, serta kemampuan mengendalikan emosi,” katanya.

Dengan memahami budaya, siswa dinilai akan lebih mampu menyelesaikan berbagai persoalan dengan musyawarah dan kepala dingin dibanding menggunakan kekerasan. Dengan begitu, budaya dapat menjadi sarana efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang damai dan harmonis.

Tak hanya itu, budaya juga dinilai mampu menjadi benteng terhadap berbagai ancaman sosial yang mengintai generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang lainnya sebagaimana banyak terjadi saat ini.

Group of four men in matching white polo shirts and black caps pose outside a colorful building with a blue awning.
Waka Kurikulum SMKN 1 Nanggulan, Sugeng Riyadi, bersama sejumlah guru. (Foto: JH Kusmargana)

“Selain itu, budaya dapat menjadi benteng dalam melawan bahaya narkoba. Siswa yang aktif dalam kegiatan budaya seperti karawitan, tari tradisional, geguritan, bregada, maupun kegiatan seni lainnya akan memiliki ruang kreativitas yang positif,” ujarnya.

Bangga dengan Identitas Daerah Sendiri

Menurut Herdian, keterlibatan siswa dalam kegiatan budaya membuat mereka dapat belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, hingga rasa bangga terhadap identitas daerahnya sendiri. Kesibukan dalam aktivitas positif itu juga membuat siswa tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

Bagi SMKN 1 Nanggulan peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengingat sejarah para pemuda di masa lalu dalam melawan penjajah, tetapi juga perjuangan menjaga identitas dan karakter bangsa.

“Dengan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tangguh menghadapi perubahan zaman, mampu menolak pengaruh buruk, sekaligus tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *