Mabur.co – Rumah bersejarah milik Pahlawan Nasional Prof dr M Sardjito yang terletak di kawasan Jalan Cik Di Tiro, Terban, Yogyakarta, ramai menjadi perbincangan usai dikabarkan dijual oleh pihak keluarga.
Kabar ini pertama kali diunggah akun Instagram @pandanganjogja pada 4 hari lalu. Dalam postingannya akun tersebut menginformasikan penjualan rumah bangunan cagar budaya tersebut oleh pihak ahli waris.
Dalam postingan tersebut salah satu kerabat Prof dr Sardjito disebut mengaku berharap agar rumah dengan bangunan seluas 800 meter persegi dan luas tanah 1200 meter persegi itu bisa dibeli oleh pihak kampus baik UGM maupun UII.
Hingga saat ini video itupun viral dan telah ditonton lebih dari 980 ribu kali, mendapat 600 komentar dan dibagikan 45 ribu kali.
Tanggapan UGM
Menanggapi hal tersebut Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan tengah mengupayakan agar rumah peninggalan rektor pertamanya itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan akademik dan sosial.
Dikutip Detik.com, Rabu (20/5/2026), Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan, kampus saat ini sedang menjalin komunikasi bersama Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) guna mencari langkah terbaik terkait pemanfaatan rumah tersebut.
“UGM tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk kegiatan akademik dan sosial sehingga mampu merekognisi nilai sejarah atas rumah itu. Upaya-upaya tersebut sedang dilakukan dengan menggandeng KAGAMA,” katanya.
Meski begitu, UGM belum memastikan bentuk pemanfaatan maupun kemungkinan pembelian rumah tersebut. Ova menegaskan pihak kampus tetap menghormati hak keluarga sebagai pemilik sah bangunan bersejarah itu.
Tanggapan Menteri Kebudayaan
Sementara itu dilansir Antara, Rabu (20/5/2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga turut menanggapi kabar tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan lebih dulu memeriksa status bangunan dan kemungkinan pelestariannya.
“Karena itu milik pribadi tentu kita tidak mempunyai kewenangan kecuali itu cagar budaya, kita berharap mungkin ada yang tertarik untuk memilikinya terutama sehingga menjadikan itu misalnya ruang publik seperti museum dan semacam itu,” katanya.




