Saat Malaysia Gugat Israel ke Mahkamah Internasional, Indonesia Pilih Protes ke PBB

2 Min Read
A flotilla of boats at sea with Palestinian flags; the lead boat's banner reads 'FLOTILLA GLOBAL SUMUD'.
Ilustrasi misi Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza (foto : islamicity.org)

Mabur.co –  Pemerintah Malaysia berencana menggugat Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dugaan penculikan dan penyiksaan terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina.

Dikutip Malay Mail, Menteri Besar Selangor, Amirudin Shari, mengatakan langkah hukum tersebut akan ditempuh setelah tim pengacara menyelesaikan pengumpulan bukti dan dokumen pendukung.

Menurut Amirudin, para aktivis sipil dalam misi kemanusiaan itu diduga mengalami perlakuan yang melanggar hukum internasional saat dicegat pasukan Israel di perairan internasional.

“Kami tidak akan diam dan tidak akan berhenti,” ujar Amirudin saat menyambut kepulangan peserta Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (25/5/2026).

Ia menegaskan Malaysia akan terus memberikan tekanan diplomatik terhadap Israel serta memperkuat dukungan internasional bagi Palestina.

Selain gugatan ke ICJ, Malaysia juga berencana menggelar konferensi internasional terkait Palestina dalam waktu mendatang.

Malaysia menilai tindakan Israel itu sebagai sebuah pelanggaran serius terhadap hukum internasional karena menyasar warga sipil yang membawa bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, berbeda dengan Malaysia, Pemerintah Indonesia sampai saat ini justru dilaporkan belum berencana untuk menggugat Israel ke Mahkamah Internasional.

Kecaman

Sejauh ini pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono hanya sebatas memberikan kecaman keras tindakan Israel tersebut, serta melakukan langkah diplomatik dengan menyampaikan protes ke PBB.

Sugiono menilai tindakan intersep Israel terhadap relawan sipil yang membawa bantuan kemanusiaan merupakan sebuah pelanggaran hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan.

“Ini adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Ini merupakan tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan,” kata Sugiono.

Sugiono juga menyebut pihaknya telah membawa persoalan tersebut ke forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk protes diplomatik terhadap tindakan Israel.

Menurut Sugiono, Indonesia akan terus mendorong dukungan internasional untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza tetap terbuka dan warga sipil mendapat perlindungan.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment