Mabur.co– Permainan tradisional merupakan permainan yang diwariskan secara turun temurun dan mempunyai berbagai macam fungsi atau pesan.
Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berimajinasi, berekreasi, berkreasi, berolahraga yang sekaligus sebagai sarana berlatih untuk bermasyarakat, keterampilan, kesopanan, dan ketangkasan.
Permainan tradisional sangatlah populer sebelum masuknya teknologi yang berkembang seperti saat ini.
Saat ini, permainan tradisional sangatlah sulit ditemukan di masyarakat, bahkan terkadang anak-anak banyak yang tidak mengetahui contoh dan cara kerja permainan tradisional.
Kelangkaan Permainan Tradisional
Kelangkaan dari permainan tradisional itu sendiri disebabkan oleh beberapa faktor seperti maraknya permainan modern, kurangnya kesadaran untuk melestarikan, dan dianggap kuno atau tidak kekinian yang menimbulkan rasa gengsi pada diri anak-anak jika dimainkan pada zaman ini.
Permainan modern seperti playstation, nintendo, virtual reality dan sejenisnya yang dimainkan di perangkat elektronik lebih menarik perhatian anak-anak saat ini karena permainan tersebut dianggap lebih mudah dan menarik untuk dimainkan. Tidak terlalu banyak melibatkan kontak fisik dan sosial seperti permainan tradisional.
Permainan tradisional merupakan permainan yang diwariskan secara turun temurun dan mempunyai berbagai macam fungsi atau pesan.
Warga Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Rizki Rahma Nur Wahyuni, mengatakan, saat ini, permainan tradisional sangatlah sulit ditemukan di masyarakat, bahkan terkadang anak-anak banyak yang tidak mengetahui contoh dan cara kerja permainan tradisional.
“Kelangkaan dari permainan tradisional itu sendiri disebabkan oleh beberapa faktor seperti maraknya permainan modern, kurangnya kesadaran untuk melestarikan, dan dianggap kuno atau tidak kekinian yang menimbulkan rasa gengsi pada diri anak-anak jika dimainkan pada zaman ini. Permainan tradisional sekarang, sangat jarang ditemukan, apalagi sekarang anak kecil lebih banyak yang sibuk bermain gadget sehingga sosialisasi antaranak seumurannya berkurang,” ujarnya saat diwawancarai mabur.co via telepon, Sabtu (6/6/2026).

Rizki mengatakan, permainan modern seperti playstation, nintendo, virtual reality dan sejenisnya yang dimainkan di perangkat elektronik lebih menarik perhatian anak-anak saat ini karena permainan tersebut dianggap lebih mudah dan menarik untuk dimainkan. Tidak terlalu banyak melibatkan kontak fisik dan sosial seperti permainan tradisional.
Permainan Modern Memiliki Dampak Negatif
“Permainan tradisional memang berbeda dengan permainan digital. Tidak hanya dari kesan yang ditimbulkannya, tetapi juga dari makna dan pengaruhnya pada anak-anak Indonesia. Walaupun permainan modern terlihat lebih menarik dan canggih dibanding permainan tradisional untuk di zaman sekarang, tetapi ia (permainan modern) memiliki dampak negatif yang lebih banyak daripada permainan tradisional,” katanya.
Rizki mengatakan, permainan tradisional memiliki beberapa keuntungan, seperti tidak perlu biaya yang besar seperti permainan modern untuk memainkannya, hanya dengan mengandalkan kreativitas dan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan. Bisa dengan mudah menciptakan dan memainkannya.
“Salah satu contohnya adalah permainan engklek, yang hanya membutuhkan sepetak tanah dan gambar bentuk pola garis di permukaan tanah. Dijadikan sebagai bidang lompatan dan batu sebagai target lemparan,” katanya.
Rizki mengatakan, permainan tradisional juga memiliki banyak manfaat dan nilai-nilai moral serta psikologis yang lebih baik bagi anak dibanding permainan modern.
“Dalam permainan tradisional anak selalu dituntun aktif secara fisik, verbal, dan mental dalam bermain. Sedangkan dalam permainan modern, anak cenderung bermain secara pasif dan hanya sedikit mengandalkan gerakan fisik,” katanya.

