Mabur.co- Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia beberapa waktu lalu sempat membuat perekonomian menjadi lesu. Apalagi, efeknya sangat dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner.
Sepinya penjualan yang terjadi saat itu membuat tak sedikit pelaku usaha memilih gulung tikar karena sudah tidak sanggup lagi mempertahankan usahanya. Fenomena tersebut turut menyita atensi pebisnis asal Patehan, Keraton, Kota Yogyakarta, Endang Setyorini Rahayu.
Hikmah Pandemi
Menurut Endang, menjadi pelaku UMKM merupakan hasil hikmah pandemi COVID-19. Sebelum terjun ke dunia UMKM ia memiliki usaha percetakan. Karena Covid-19 sekolah-sekolah berhenti beraktivitas.
“Akhirnya saya terjun di UMKM sampai sekarang sekitar 6-7 tahunan. Di dalam terjun ke UMKM, saya pernah mendapat penghargaan tingkat nasional. Untuk batik tulis sama kue pastry tahun 2025. Tetapi untuk kuliner pastry sudah dari tahun 2022,” katanya, Sabtu (13/6/2026).

Endang mengatakan pula, untuk memasarkan produk, ia harus bekerjasama dengan teman lewat media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan tak lupa menggunakan platform Shopee dan Grab. Ia juga sering ikut bazar-bazar.
Membuat Kue Camilan
“Saya belajar membikin kue kering dan camilan. Saya belajar secara otodidak lewat YouTube,” katanya.
Endang menjelaskan, untuk harga bervariasi. Ada yang Rp15.000 dan Rp25.000. Tergantung biaya HPP (Harga Pokok Penjualan) sekarang.
“Saya berharap pemerintah menurunkan harga BBM karena kalau harga BBM naik, otomatis semua harga naik. Baik harga bahan dan juga harga plastik ikut naik,” katanya. ***

