Mabur.co – Sejak vakum berkegiatan akibat pandemi Covid-19 pada 2020 lalu, kawasan wisata Jogja Youth Farming mulai kembali menata usahanya mulai akhir 2024 silam, ketika pengelolaannya dialihkan kepada Pemerintah Kalurahan Argomulyo.
Perlahan-lahan, Jogja Youth Farming mulai kembali aktif melaksanakan berbagai kegiatan, yang berpusat pada pemberdayaan ibu-ibu PKK setempat. Serta dipercaya menjadi tempat produksi untuk budidaya ikan nila sistem bioflok, yang akan dipasarkan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Argomulyo.
Sinergi KDMP
“Memang di setiap kalurahan itu harus memiliki produk khusus untuk KDMP. Kebetulan kita memang dipilihkan untuk mengelola (budidaya ikan) bioflok, yang istimewanya itu satu kabupaten hanya ada dua yang (mengelola) bioflok kayak gini. Di sini (Argomulyo) sama Gadingsari,” ungkap Susi Astanti, pengelola Jogja Youth Farming, saat ditemui di Joglo Bulak Pacar, kawasan wisata Jogja Youth Farming, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Jumat (12/6/2026).
Pemilihan bioflok di Argomulyo sendiri murni merupakan keputusan dari pemerintah pusat, dengan melihat potensi dan luas lahan yang bisa dikembangkan sedemikian rupa, untuk dapat menghasilkan produk-produk yang dapat dijual di KDMP.
“Kalau nggak salah dulu memang kita sudah langsung ditentukan ‘buat Argomulyo (mengelola) bioflok’, karena melihat potensinya yang bisa dikembangkan di sini itu seperti apa. Dan alhamdulillah di sini juga sudah ada pengelolanya yang berpengalaman, jadi ya nggak masalah buat kita,” tambah Susi.
Setelah hadirnya budidaya ikan bioflok di kawasan Jogja Youth Farming, setidaknya sudah ada beberapa panen yang dihasilkan dari budidaya ini, yang kemudian dijual ke masyarakat sekitar. (*)
