Dunia Altingia Arie, Aktivis Mahasiswi Pegiat Gerakan Sosial

5 Min Read
Altingia Arie (kiri) adalah seorang aktivis Aliansi Mahasiswa Nusantara dari Kota Yogyakarta yang lebih banyak bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan edukasi. (Foto: Dok.Pribadi)

Mabur.co- Altingia Arie adalah seorang aktivis Aliansi Mahasiswa Nusantara dari Kota Yogyakarta yang lebih banyak bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan edukasi.

Ada program yang sudah terjadwal, tetapi ada juga kegiatan yang bersifat insidental. Misalnya ketika terjadi bencana alam, masyarakat membutuhkan bantuan air bersih, atau ada kebutuhan sosial yang mendesak, berupaya hadir dan berkontribusi sesuai kemampuan.

Altingia menuturkan, terjun sebagai aktivis sejak masih kuliah. Sudah aktif di berbagai kegiatan komunitas.

“Awalnya hanya ingin punya ruang diskusi dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Dari situ saya sadar bahwa anak muda punya potensi besar untuk membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya saat diwawancarai via telepon, Minggu (14/6/2026).

Perubahan Tak Dimulai dari Hal Besar

Altingia mengatakan, ketertarikannya sebagai aktivis karena percaya perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar.

“Kadang cukup dimulai dari mau mendengar, berdiskusi, lalu bergerak bersama. Saya ingin menjadi bagian dari ruang yang mendorong anak muda untuk saling menguatkan, bertukar gagasan, dan berkegiatan yang positif,” ucapnya.

Altingia menjelaskan, menjadi aktivis adalah orang yang peduli dan mau mengambil peran. Bukan hanya menyampaikan kritik, tetapi juga ikut mencari solusi dan memberi manfaat.

“Bentuknya bisa melalui pendidikan, kegiatan sosial, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, atau aksi nyata lainnya,” ungkapnya.

Altingia mengatakan pula, suka duka menjadi seorang aktivis di antaranya bisa bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda dan belajar dari mereka.

“Dukanya, menyatukan berbagai perspektif memang tidak mudah. Namun dari situlah saya belajar bahwa dialog, kolaborasi, dan saling memahami sering kali lebih efektif daripada saling menyalahkan. Harapannya, energi anak muda bisa diarahkan untuk berkarya, berdiskusi, berkolaborasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Perbedaan Pandangan Wajar, Jangan Korbankan Persatuan

Altingia mengatakan lagi, menyikapi kondisi politik Indonesia saat ini, politik adalah bagian penting dari kehidupan berbangsa. Perbedaan pandangan itu wajar, tetapi jangan sampai mengorbankan persatuan.

Yang lebih penting adalah bagaimana tetap bisa berdialog dengan sehat, menghargai perbedaan, dan bersama-sama mencari solusi untuk Indonesia.

“Saya melihat politik bukan soal siapa yang paling keras suaranya, tetapi siapa yang paling besar kontribusinya. Anak muda boleh kritis, boleh punya pendapat, tetapi juga perlu mengedepankan data, etika, dan semangat membangun.

Kami mendorong teman-teman untuk melek isu dan berpikir kritis, namun tetap mengedepankan edukasi, dialog, dan aksi sosial yang bermanfaat. Harapannya, energi anak muda menjadi kekuatan untuk membangun, bukan saling memecah,” katanya.

Altingia menuturkan, terkait kondisi di Indonesia saat ini, ia merasa setiap zaman punya tantangannya sendiri.

Yang penting, tidak kehilangan kemampuan untuk berdiskusi dengan kepala dingin dan tetap menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.

“Saya optimistis, selama masyarakat mau terlibat secara positif dan menjaga persatuan, Indonesia akan terus berkembang menjadi lebih baik,” katanya.

Altingia menuturkan lagi, terkait kenaikan BBM, tentu menjadi perhatian masyarakat karena berdampak pada pengeluaran sehari-hari.

Di sisi lain, juga perlu memahami bahwa kebijakan energi dipengaruhi banyak faktor. Menurutnya yang penting adalah bagaimana implementasi dilakukan secara transparan, komunikatif, dan mempertimbangkan kondisi masyarakat agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Sedangkan terkait isu Pertamax yang sedang ramai, pada dasarnya, penggunaan jenis BBM sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan dan spesifikasi kendaraan.

“Yang tidak kalah penting adalah masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat agar dapat mengambil keputusan yang tepat,” katanya.

Altingia berpesan untuk anak muda sekarang, senantiasa melihat setiap isu secara utuh. Kritik tentu penting dalam demokrasi, tetapi akan lebih bermakna jika dibarengi dengan pemahaman, solusi, dan aksi nyata.

“Mari tetap kritis, tetap peduli, dan tetap menjaga persatuan, karena kemajuan Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Harapan saya, setiap kebijakan dapat benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, disusun dengan transparan, dan dikomunikasikan secara terbuka,” ucapnya.

Altingia menjelaskan, pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi. Ketika ruang dialog dibangun dengan baik dan semangat gotong royong terus dijaga, ia yakin Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.  

“Kritik itu penting, tetapi kontribusi jauh lebih berarti. Bagi saya, aktivisme bukan hanya soal menyuarakan perubahan, melainkan juga ikut menghadirkan solusi dan menjaga persatuan,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment