Balai Budaya Elidan di Lembah Harau, Ruang Pelestarian Seni dan Tradisi Minangkabau

3 Min Read
Rice fields and traditional wooden houses with curved red roofs, framed by tall karst cliffs.
Kawasan Lembah Harau (Foto: IG@agaarrinugraha)

Mabur.co – Upaya pelestarian budaya berbasis masyarakat terus diperkuat di Sumatra Barat. Salah satunya melalui kehadiran Balai Budaya Elidan di kawasan Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang diharapkan menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan pendidikan adat bagi masyarakat setempat.

Balai Budaya Elidan merupakan bagian dari Rumah Sawiyah, sebuah rumah budaya yang selama ini menjadi pusat kegiatan sosial dan pelestarian tradisi masyarakat nagari. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali berbagai kesenian dan nilai-nilai budaya Minangkabau secara berkelanjutan.

Selama ini Balai Budaya Elidan telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas ninik mamak, pembinaan bundo kanduang, hingga kegiatan-kegiatan adat dan kemasyarakatan lainnya.

Ke depan, balai budaya tersebut diharapkan menjadi tempat berkembangnya berbagai kesenian tradisional seperti randai, tari Minangkabau, petatah-petitih, gandang, pembacaan puisi, teater, drama, hingga pencak silat.

Speaker in white shirt and black cap presents beside a framed black-and-white photo, pointing at it in a room with decorative wooden panels and stained-glass accents.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Balai Budaya Elidan, Lembah Harau, Sumatra Barat. Foto: Dok Kemenkebud

“Balai Budaya Elidan masih memerlukan program-program yang dikelola secara berkelanjutan. Aktivitas seperti randai, tari, petatah-petitih, gandang, puisi, teater, drama, pencak silat, dan kegiatan seni budaya lainnya diharapkan dapat memiliki jadwal rutin berbasis komunitas,” ujar Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meresmikan fasilitas tersebut sebagaimana rilis resmi yang diterima Mabur.co, Sabtu (20/6/2026).

Pusat Literasi Budaya

Selain menjadi ruang pertunjukan dan pembinaan seni, Balai Budaya Elidan juga akan terus dikembangkan sebagai pusat literasi budaya. Sejumlah ruang yang tersedia nantinya akan dimanfaatkan sebagai perpustakaan dengan koleksi buku-buku tentang seni budaya dan adat istiadat Minangkabau.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurcholis, menilai keberadaan rumah budaya tersebut menjadi bukti nyata perhatian terhadap pelestarian budaya di kampung halaman.

“Pembangunan rumah budaya ini merupakan langkah nyata dalam membangun kampung sendiri sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Dengan berada di kawasan Lembah Harau yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Sumatra Barat, Balai Budaya Elidan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pelaku seni dan tokoh adat, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Minangkabau.

Ke depan, berbagai program seni dan budaya berbasis komunitas akan terus dihidupkan agar Balai Budaya Elidan benar-benar menjadi rumah bersama bagi tumbuh dan berkembangnya kebudayaan lokal di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment