Simbol Apa Saja yang Terkandung di Sarung?

3 Min Read
A group of officials and attendees in traditional Indonesian clothing wave as they walk past a crowd under white festival tents.
Mantan Presiden Jokowi beserta ibu negara saat menghadiri Festival Sarung 2019 di Jakarta (Foto: kanal YouTube Sekretariat Presiden)

Mabur.co – Sarung bukan hanya pakaian penutup bagi laki-laki ketika melaksanakan salat. Lebih dari itu, sarung juga mewarisi nilai maupun simbol-simbol tertentu, yang sarat akan makna filosofis dan spiritual. Hal itu sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Indonesia sehari-hari, yang juga tak pernah jauh-jauh dari soal simbol dan filosofi mendalam.

Itu artinya, ketika menggunakan sarung, baik sebagai pakaian maupun keperluan lainnya, masyarakat secara tidak langsung juga sudah melaksanakan nilai-nilai atau simbol tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

DIlansir dari laman Sarung Atlas, Sabtu (20/6/2026), inilah beberapa simbol mendalam yang terkandung di dalam sarung, sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia sejak abad ke-14.

Simbol Kesederhanaan dan Kerendahan Hati

Sarung memiliki kain yang longgar dan sederhana, hal itu menjadi simbol agar setiap manusia dapat menjalani kehidupan secara sederhana, dan menjauhi sifat sombong atau tamak.

Simbol Persamaan dan Solidaritas

Kain sarung dapat dipakai oleh semua orang dari semua kalangan, tanpa memandang kasta, status sosial, umur, jabatan, dan lain sebagainya. Hal itu menjadi simbol nyata dari konsep egaliter (kesetaraan), yang semestinya juga menjadi pedoman hidup seluruh manusia di muka bumi ini, termasuk di Indonesia.

Simbol Kehormatan dan Kesucian

Mengenakan sarung dalam kehidupan sehari-hari juga sering dianggap sebagai simbol kehormatan dan kesucian. Dalam berbagai budaya dan ritual keagamaan (seperti salat untuk agama Islam), sarung juga melambangkan kesopanan, kesucian, dan penghormatan terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW beserta para Nabi.

Simbol Fleksibilitas dan Kerukunan

Kelonggaran kain sarung juga kerap disimbolkan sebagai keluwesan dalam bergaul, toleransi, serta kelapangan dada dalam menerima setiap perbedaan. Dengan kata lain, orang-orang yang rutin mengenakan sarung adalah mereka yang memiliki sifat-sifat di atas, dan telah menjadi kebiasaan dalam aktivitas mereka sehari-hari.

***

Di Indonesia sendiri, pakaian sarung cukup melekat pada kalangan santri, atau mereka yang berkecimpung di Pondok Pesantren. Karena pesantren adalah lingkungan khusus yang memang diciptakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kesederhanaan, fleksibilitas, apresiasi terhadap budaya lokal, dan juga penghormatan terhadap agama Islam secara umum.

Sehingga dalam keseharian pun, anak-anak yang ditempa di pondok pesantren biasanya mempunyai etika dan sopan santun yang baik, dan sesuai dengan simbol atau nilai-nilai yang terkandung di dalam sarung yang mereka gunakan setiap harinya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment