Mabur.co – Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY (Disbud DIY) diketahui telah menyelenggarakan program Temu Karya Sastra (TKS) selama lima tahun sejak 2021 hingga 2025.
Temu Karya Sastra merupakan program pelestarian budaya yang diinisiasi oleh Disbud DIY, dengan menyelenggarakan kegiatan pementasan puisi, lakon, dan cerpen di satu lokasi tertentu, dan diadakan setiap satu tahun sekali.
Selama kurun waktu tersebut, sudah ada ratusan anak-anak muda usia 17-22 tahun (SMA dan kuliah semester awal) yang lulus dari program ini.
Namun untuk tahun 2026 ini, program ini dihentikan untuk sementara waktu, guna melakukan evaluasi dan perbaikan, demi penyelenggaraan yang lebih baik pada tahun-tahun selanjutnya.
Di saat yang sama, Disbud DIY juga berharap agar para lulusan program TKS juga turut melakukan kegiatan pelestarian budaya melalui komunitas ataupun wilayahnya masing-masing, sehingga bisa menjadi “perpanjangan tangan” bagi pemerintah di daerah-daerah terpencil.
“Apa yang kemarin kita coba laksanakan selama lima tahun terakhir ini, evaluasinya bagaimana, apa yang harus kita perbaiki, dan seterusnya. Paling tidak di lima tahun kemarin kita sudah menghasilkan banyak generasi muda yang sudah berhasil menerbitkan karya-karya mereka, dan mengikutsertakannya dalam berbagai kegiatan atau perlombaan,” ujar Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Disbud DIY Setya Amrih Prasaja, saat ditemui dalam kegiatan Sambang Komunitas di Kelingan Garden & Cafe, baru-baru ini.
Selain menjadi penggerak di masing-masing daerah, Setya juga berharap agar kegiatan yang sama juga bisa dilakukan oleh pemerintah di provinsi-provinsi lainnya di seluruh Indonesia, sehingga kegiatan pelestarian budaya bisa dilakukan secara kolektif dan sinergis di seluruh pelosok nusantara.
“Kita pengin mengkonsep daulat sastra jogja ya, artinya Jogja merupakan bagian penting dalam perkembangan sastra di Indonesia, yang turut berkontribusi aktif dalam regenerasi sastrawan maupun budayawan muda, yang kita harapkan akan mampu mengisi kegiatan-kegiatan sastra di daerahnya masing-masing, serta menjadi penerus dari sastrawan-sastrawan yang sudah sepuh saat ini,” tambah Setya.
Dengan menjadi inisiator yang dapat menggerakkan banyak orang dari berbagai daerah, Disbud DIY juga berharap agar regenerasi peran kebudayaan di masa depan dapat terus berjalan optimal, sehingga warisan kebudayaan nusantara juga terus lestari sampai kapanpun. (*)

