Gagal Lagi di Fase Grup AFF, Sudah Saatnya Erick Thohir Mundur dari PSSI?

3 Min Read
Spokesperson in a black suit speaks at a press conference, reporters surround him with multiple microphones and phones nearby.
Ketua Umum PSSI dan juga Menpora Kabinet Merah Putih, Erick Thohir. (Foto: Kanal YouTube BOLASPORTCOM)

Mabur.co – Ketua Umum (Ketum) PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Kabinet Merah Putih, Erick Thohir, telah memimpin federasi sepak bola Indonesia itu sejak Februari 2023 lalu.

Selama empat tahun berjalan sejak mengambil alih kepemimpinan dari sosok Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, Erick telah menjadi bagian dari dua kali pelaksanaan Piala AFF, yang pertama di akhir tahun 2024, dan satu lagi yang masih berlangsung pada 2026 ini.

Timnas Indonesia Selalu Gagal

Dari dua edisi tersebut, timnas Indonesia selalu gagal di fase grup. Artinya, mantan Presiden Inter Milan itu tidak pernah sekalipun melihat skuad Garuda tampil di babak semifinal apalagi final Piala AFF, selama menjadi orang nomor satu di PSSI.

Hal itu menjadi catatan buruk tersendiri bagi mantan Menteri BUMN tersebut. Padahal catatan awalnya sebagai Ketum PSSI bisa dibilang cukup menjanjikan. Pada pertengahan 2023 lalu, ia berhasil membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games di cabang sepak bola untuk pertama kalinya, setelah terakhir kali meraihnya pada 1991 silam.

Bagi pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede atau biasa disapa Bung Harpa, kegagalan Erick Thohir dalam dua edisi AFF selama ia menjabat sebagai Ketum PSSI, semestinya menjadi ultimatum tersendiri, yang menandakan bahwa ia juga tidak sanggup mengubah prestasi sepak bola Indonesia sesuai keinginan para fans.

“Gue sih udah dalam tahap apatis sebenarnya (terhadap PSSI). Jadi ibaratnya ‘ya terserah lu dah mau ngapain‘. Karena mereka kayak nggak ada sikap untuk meminta maaf atau semacamnya (atas kegagalan berulang di AFF). Sampai sekarang sih mereka masih kelihatan arogan, dan seperti tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuat,” ucap Bung Harpa, seperti dilansir dari kanal YouTube Peluit Akhir, beberapa waktu lalu.

Gengsi Mengakui Kesalahannya Sendiri

Ia bahkan tak segan-segan meminta pemilik klub Oxford United itu untuk mundur dari jabatan Ketum PSSI, dan fokus sepenuhnya sebagai Menpora. Karena bagi Bung Harpa, Erick Thohir seolah terlalu pede dengan setiap keputusan yang ia buat, namun kerap merasa gengsi apabila keputusan itu gagal membuahkan hasil, dan seterusnya.

“Dari kemarin harusnya udah cabutlah dia (Erick Thohir). Harus ada rasa malu jugalah kalau gagal, apalagi sampai gagal berkali-kali. Jadi pemimpin itu harusnya gentle gitu loh. Akui kesalahannya dan meminta maaf ke publik, udah gitu aja. Itu pun nggak pernah dilakukan sampai sekarang,” tambah Bung Harpa.

Atas berbagai akumulasi kekecewaan tersebut, Bung Harpa mengaku tidak lagi memiliki harapan atau ekspektasi terhadap PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Menurutnya, apa yang ditampilkan Erick dan jajarannya tak ubahnya seperti politisi di Istana Negara, yang kerap memainkan jabatan demi jabatan, hanya demi melanggengkan kekuasaan selama mungkin.

Meski demikian, Bung Harpa tetap akan selalu mendukung perjuangan timnas Indonesia, tanpa memedulikan siapapun pelatihnya, dan siapa pun orang yang berada di dalam organisasinya (PSSI), dan sebagainya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar