Jamasan Keris, Tradisi Bersihkan Benda Pusaka

2 Min Read
Woman in a bright floral outfit and purple headscarf sits at a wooden table, cutting limes with utensils nearby at an outdoor market setup.
Ki Endro dari Sanggar Keris Mataram sedang melakukan jamasan keris. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co-  Jamasan keris adalah tradisi mencuci atau membersihkan benda pusaka yang bertujuan untuk menjaga logam dari karat dan merawat nilai spiritualnya.

Ritual warisan budaya leluhur ini umumnya disucikan menggunakan air kembang, jeruk nipis untuk melunturkan karat, dan air warangan (larutan arsenik) untuk memunculkan kembali pamor keris.

Person in a colorful floral shirt arranges pink and white flower petals in a large water tub, likely making garlands, as onlookers photograph nearby.
Ki Endro dari Sanggar Keris Mataram, sebelum melakukan jamasan keris sedang menggelar ritual doa. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Ki Endro dari Sanggar Keris Mataram, mengatakan, perawatan keris sebagai salah satu pusaka tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dalam ritual jamasan pusaka, sebilah keris harus disucikan dalam prosesi sakral.

Uba rampe menjadi salah satu rangkaian ritual jamasan pusaka yang tidak boleh dilewatkan. Uba rampe yang dimaksud adalah memberikan jajan pasar, wewangian seperti dupa dan minyak, air kelapa, serta berbagai bunga-bungaan seperti kantil, mawar, dan melati,” ucapnya, saat ditemui di Sanggar Keris Mataram, Dusun Donotirto, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Rabu (8/7/2026).

Ki Endro mengatakan lagi, keris  memiliki banyak nilai filosofi kehidupan.

“Setiap komponen keris, mulai dari pesi (pegangan keris), gonjo, tikel alis, pijetan, hingga greneng mengandung kisah yang menceritakan perjalanan mendalam kehidupan manusia. Tak heran, jamasan pusaka menjadi ritual budaya yang sangat dihormati dan dianggap sakral,” katanya.

Outdoor market table with blue cloth displaying baskets of fruit (pineapple, limes, mangoes) and flowers, chairs and potted plants in the background.
Uba rampe jamasan. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Ki Endro mengatakan, benda-benda peninggalan yang dibersihkan dalam ritual jamasan pusaka antara lain keris, tombak, kereta kencana, gamelan dan berbagai peralatan upacara.

“Masyarakat Jawa meyakini bahwa jamasan pusaka menjadi cara untuk menghargai secara penuh peninggalan nenek moyang,” katanya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar