Program MBG Kembali Bergulir, Harga Bahan Pokok Langsung Melonjak

2 Min Read
Woman wearing a hijab at an outdoor meat stall, handling large cuts of raw meat on a counter
Harga daging ayam melonjak sejak 3 hari terakhir seiring kembali bergulirnya program MBG. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Kembali bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal tahun ajaran baru minggu ini langsung membuat harga sejumlah komoditas bahan pokok melonjak.

Di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, harga sejumlah komoditas bahan pokok terpantau juga turut mengalami kenaikan signifikan. 

Program MBG Mulai Senin

Para pedagang menyebut lonjakan harga terjadi dalam tiga hari terakhir bersamaan dengan dimulainya berjalannya Program MBG Senin lalu.

Kenaikan paling menyolok terjadi pada beberapa jenis sayuran. Harga timun yang sebelumnya dijual sekitar Rp7.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp20.000 per kilogram. 

Brokoli naik dari Rp10.000 menjadi Rp23.000 per kilogram, sedangkan kembang kol meningkat dari Rp5.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Tak hanya sayuran, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp20.000 per kilogram, kini menjadi Rp24.000 per kilogram.

Person wearing a red shirt and helmet selecting long green onions from a market stand with crates of vegetables and herbs around.
Harga sayuran naik akibat tingginya permintaan pasca-berjalannya program MBG di awal tahun ajaran baru. (Foto: JH Kusmargana)

Pedagang sayur di Pasar Wates, Amios Jalu, mengatakan kenaikan harga berlangsung secara bertahap sejak beberapa hari terakhir, kemudian melonjak tajam pada Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG membuat pasokan di pasar menjadi lebih terbatas sehingga harga ikut terdongkrak.

“Permintaan meningkat, sementara stok yang masuk ke pasar tidak bertambah banyak. Akibatnya harga berbagai komoditas naik,” ujarnya.

Selain sayuran dan telur, harga ayam potong juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Jika pada pertengahan Juni harga ayam masih berada di kisaran Rp27.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp34.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Pedagang ayam potong Pasar Wates, Maharani, mengaku kenaikan harga mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya permintaan dari berbagai pihak.

Meski harga naik, aktivitas jual beli di Pasar Wates masih berjalan normal. Namun, para pedagang berharap pasokan bahan pangan segera bertambah agar harga kembali stabil dan daya beli masyarakat tidak terus menurun.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar