Warga Sekitar Bandara YIA Tak Khawatir Jika Bandara Adisutjipto Kembali Diaktifkan

3 Min Read
Yogyakarta International Airport sign with a statue to the left and a motorcyclist passing on the road in the foreground.
Bandara YIA di Temon, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Wacana pengaktifan kembali penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, tak membuat masyarakat yang tinggal di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo merasa khawatir. 

Mereka menilai pengaktifan kembali Bandara Adisutjipto tidak secara signifikan akan mengurangi peran strategis YIA sebagai bandara utama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah seorang warga Temon, Apri, menyebut YIA meski merupakan bandara baru, namun memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki Bandara Adisutjipto. Baik itu dari ukuran yang jauh lebih luas, daya tampung yang besar hingga fasilitas yang jauh lebih lengkap dan modern.

Sehingga jika suatu saat pemerintah kembali membuka penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto, maka hal itu tidak serta merta akan membuat Bandara YIA menjadi sepi atau ditinggalkan 

“Kalau memang nanti Adisutjipto diaktifkan lagi, saya rasa tidak masalah. YIA tetap akan bisa melayani penumpang karena fasilitasnya jauh lebih lengkap dan modern. Parkirnya juga jauh lebih luas,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Banyak Pilihan Masyarakat

Ia menilai keberadaan dua bandara justru dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat, terutama apabila jumlah penumpang terus meningkat di masa mendatang.

“Saya kira kalaupun Adisutjipto kembali dibuka, masyarakat yang menggunakan itu dari wilayah DIY sisi timur. Sedangkan untuk sisi barat seperti Kulon Progo, Purworejo hingga Kebumen, tetap lebih memilih YIA karena lebih dekat,” ungkapnya. 

Wide street with a modern blue-glass office building on the left under a clear blue sky; foreground shows a motorcyclist riding toward the camera near a landscaped median. A row of utility poles and power lines runs along the right side of the scene.
Sejumlah hotel megah di sekitar kawasan Bandara YIA Temon Kulon Progo (Foto: JH Kusmargana)

Sementara itu, warga lainnya, Winaryo mengaku, diaktifkan atau tidaknya Bandara Adisutjipto tidak akan terlalu berdampak terhadap warga sekitar YIA. Mengingat selama ini, keberadaan Bandara YIA juga tidak serta merta mampu menggerakkan perekonomian warga sekitar, khususnya kalangan menengah ke bawah.

“Toh selama ini keberadaan YIA juga tidak terlalu berdampak signifikan bagi warga sekitar. Karena hanya segelintir warga asli sini yang bekerja di sana. Kalaupun ada yang mendapat manfaat paling para pedagang. Itu pun juga tidak banyak,” katanya.

Menurut Winaryo, penyebab minimnya dampak ekonomi Bandara YIA terhadap masyarakat kecil terjadi karena akses dari jalan raya menuju terminal yang terlampau jauh. Sehingga banyak penumpang yang memilih memakai transportasi kereta atau mobil pribadi untuk mengakses bandara.

“Karena lokasi parkir dan stasiun kereta ada di dalam area bandara, otomatis perputaran ekonomi juga ada di dalam area bandara. Sementara di luar sekitar bandara tetap sepi. Karena penumpang hanya lewat saja, tidak beraktivitas di sini,” katanya.

Winaryo mengakui sejak Bandara YIA dibangun, memang telah banyak muncul sejumlah hotel baru, warung makan hingga berbagai usaha lainnya di sekitar kawasan bandara. Namun mayoritas dari mereka adalah para pemodal besar yang bukan berasal dari wilayah tersebut. 

Warga pun hanya berharap agar pihak-pihak terkait bisa lebih memaksimalkan pengelolaan Bandara YIA sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Khususnya kalangan menengah ke bawah. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar