Mabur.co – Indonesia telah resmi dipilih FIFA untuk menjadi tuan rumah kompetisi baru bernama FIFA ASEAN Cup 2026, yang akan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober 2026.
Meskipun belum diumumkan secara resmi oleh FIFA, selaku otoritas tertinggi sepakbola dunia, namun kabar ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Komdigi pada Selasa (28/7/2026) lalu.
Berbeda dengan turnamen Piala AFF 2026 yang saat ini sedang berlangsung dan juga diikuti Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026 akan diikuti oleh beberapa negara undangan di luar Asia Tenggara, untuk dapat meramaikan persaingan, sekaligus membagi beberapa negara Asia Tenggara (ASEAN) menjadi dua kasta, yang disebut dengan Premier Division, yang diikuti sebanyak delapan tim, dan Challenge Division, yang diikuti enam tim.
Dilansir dari laman Bolasport.com, Rabu (29/7.2026), Indonesia tergabung dalam Premier Division, tepatnya di Grup A, bersama Malaysia, Singapura, dan juga India (undangan).
Sementara Grup B diisi Thailand, Vietnam, Pakistan (undangan), serta Filipina.
Semua pertandingan di kasta Premier Division akan dimainkan di Indonesia. Untuk lokasi stadion hingga saat ini belum diumumkan olsh PSSI, namun besar kemungkinan bahwa Stadion Gelora Bung Karno (GBK) akan menjadi venue untuk pertandingan-pertandingan kasta Premier Division tersebut, terutama yang melibatkan timnas Indonesia.
Sementara untuk Challenge Division atau kasta kedua, Grup A dihuni oleh Hong Kong (undangan), Myanmar, serta Brunei Darussalam, dan untuk Grup B akan diisi oleh Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Turnamen ini tidak mengadakan babak semifinal layaknya Piala AFF, sehingga tim yang menjadi juara di grup masing-masing akan melaju ke babak final, baik final kasta Premier Division maun kasta Challenge Division.
Masuk Kalender FIFA, Berpeluang Bawa Skuad Terbaik

Satu hal lain yang menjadi pembeda dengan Piala AFF yang saat ini berlangsung adalah, FIFA ASEAN Cup merupakan turnamen yang digarap langsung oleh FIFA, di mana turnamen ini akan dilaksanakan pada kalender FIFA (FIFA Matchday), atau jeda internasional. Dengan begitu, setiap klub wajib melepas pemain-pemain terbaiknya, agar diizinkan bergabung dengan tim nasional.
FIFA ASEAN Cup sejatinya ikut mengadopsi FIFA Arab Cup 2025, yang sukses diselenggarakan di Qatar pada Desember 2025 lalu, di mana Maroko keluar sebagai juara setelah mengalahkan Yordania di partai puncak dengan skor 3-2.
Kesuksesan itulah yang kini dibawa FIFA ke regional ASEAN, yang dikenal memiliki basis penggemar sepakbola yang sangat luas, terutama di Indonesia.
Selain itu, FIFA juga ingin meningkatkan kualitas sepakbola ASEAN, dengan mengadakan turnamen khusus yang tercantum dalam kalender FIFA (FIFA Matchday), sehingga setiap negara dapat tampil dengan para pemain terbaiknya, termasuk Indonesia.
Sedangkan untuk turnamen Piala AFF yang saat ini bergulir, Indonesia hanya diisi oleh para pemain yang bermain di BRI Super League, alias kompetisi lokal. Begitu juga dengan negara-negara lain seperti Thailand, Vietnam, dan sebagainya, di mana mereka tidak dapat mendaftarkan pemain-pemain terbaiknya yang bermain di kompetisi klub Eropa atau Amerika, karena mereka juga memiliki jadwal tur pramusimnya sendiri-sendiri.
Hal inilah yang akan menjadi keuntungan bagi skuad John Herdman, karena Indonesia untuk pertama kalinya akan mampu memainkan skuad terbaiknya, untuk menghadapi turnamen yang levelnya cukup setara dengan Indonesia selama ini, yakni regional Asia Tenggara.
Jauh sebelum hadirnya berbagai pemain naturalisasi dari Belanda maupun negara-negara lainnya, Indonesia sudah dikenal sebagai salah satu tim besar di kawasan ASEAN. Hanya saja, keberuntungan seolah belum berpihak kepada Merah-Putih, karena di ajang Piala AFF yang sudah digelar sejak 1996, Indonesia belum pernah sekalipun mencicipi gelar juara, meskipun sudah enam kali menembus babak final.
Itu artinya, nama-nama seperti Jay Idzes (bermain di klub Sassuolo, Italia), Kevin Diks (Borussia Moenchengladbach, Jerman), Ole Romeny (Fortuna Sittard, Belanda), Maarten Paes (Ajax Amsterdam, Belanda), hingga Emil Audero Mulyadi (Como 1907, Italia), berkesempatan untuk menghadapi lawan-lawan dari Asia Tenggara macam Malaysia dan Singapura, di perhelatan FIFA ASEAN nanti.
Penantang Gelar Juara
Dengan materi skuad yang bisa dibilang cukup “wah” untuk kawasan Asia Tenggara, tentu saja Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu penantang gelar di ajang ini, sekaligus menjadi jawara di kawasan regional Asia Tenggara.
Apalagi prestasi sepakbola Indonesia di kawasan ASEAN (level senior) bisa dibilang juga tidak terlalu mentereng. Karena selama ini, Indonesia selalu kandas di partai puncak ajang Piala AFF (enam kali), sehingga kerap dijuluki sebagai “spesialis runner-up“.
Namun sebelum ke sana, skuad John Herdman yang bermaterikan pemain-pemain di kompetisi lokal tetap harus tampil all-out di sisa grup A Piala AFF 2026, agar bisa merebut gelar juara dari tangan Vietnam (juara bertahan tahun 2024), sekaligus merengkuh gelar pertama bagi Merah Putih untuk level senior.
Dengan skenario tersebut, tentunya Indonesia akan mampu meraih dua gelar sekaligus, dari dua turnamen yang berada di kawasan Asia Tenggara. (*)
