Unhas Berikan Anugerah Doctor Honoris Causa untuk Tokoh Bersejarah Timor Leste Xanana Gusmao

5 Min Read
Graduate in cap and gown shaking hands with an older man wearing a decorative stole at an outdoor graduation ceremony, with onlookers in the background.
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Jamaluddin Jompa saat menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa (HC) kepada Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmão. (Foto: Antara)

Mabur.co –  Xanana Gusmao adalah sosok tak terlupakan dalam sejarah Timor-Leste. Lahir pada 20 Juni 1946 di Kota Manatuto, Timor, Portugis, ia tumbuh di tengah kondisi politik yang penuh tantangan.

Dilansir dari timor-leste.gov.tl, Minggu (6/9/2026), Kay Rala Xanana Gusmao lahir pada 20 Juni 1946 di Manatuto, Timor Leste (dulu disebut Timor Timur).

Setelah menyelesaikan pendidikan di Dili, dia mulai bekerja sebagai penilai properti di pagi hari dan mengajar di sekolah Tionghoa di sore hari.

Pada April 1974, ia bergabung dengan staf “A Voz de Timor” (Suara Timor). Setelah Revolusi Bunga di Portugal pada 25 April 1974, dia dihadapkan dengan peluang untuk menentukan nasib sendiri dan meraih kemerdekaan.

Xanana kemudian memutuskan untuk bergabung dengan gerakan perlawanan yang dikenal sebagai Falintil. Ia menjadi salah satu pemimpin utama dalam perjuangan kemerdekaan Timor Leste.

Namun, perjuangan itu tidak berjalan mulus. Pada 1992, Xanana ditangkap oleh pemerintah Indonesia dan dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun atas dakwaan subversi. Namun, meskipun dihukum, semangat dan keyakinannya untuk meraih kemerdekaan tidak pernah luntur.

Selama masa penahanannya, Xanana tetap menjadi simbol perlawanan dan kepemimpinan bagi rakyat Timor-Leste.

Tekanan internasional yang meningkat pada Indonesia memaksanya dipindahkan ke tahanan rumah pada tahun 1999. Itu adalah tahun yang penting bagi Timor Leste, ketika mereka akhirnya diberi kesempatan untuk menentukan nasib sendiri melalui referendum kemerdekaan.

Xanana Gusmao memainkan peran utama dalam mengorganisir dan memimpin referendum  tersebut. Meskipun berbagai ancaman dan serangan terhadap mereka yang mendukung kemerdekaan, rakyat Timor-Leste dengan bulat memilih untuk merdeka. Timor Leste akhirnya mendapatkan kemerdekaannya pada 2002.

Setelah kemerdekaan, Xanana Gusmao terpilih sebagai Presiden pertama Timor Leste. Ia menjadi sosok yang berdedikasi dan berintegritas tinggi, bekerja keras untuk membangun institusi negara yang baru dan memperkuat persatuan nasional.

Selama masa jabatannya, ia mengawasi proses rekonsiliasi nasional dan berjuang untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran bagi rakyat Timor Leste.

Setelah masa jabatannya sebagai Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao melanjutkan perannya dalam politik Timor Leste.

Ia menjabat sebagai Perdana Menteri dari 2007 hingga 2015, berfokus pada pembangunan ekonomi dan sosial serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi negara tersebut.

Xanana Gusmao tidak hanya berperan dalam politik, tetapi juga dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi nasional.

Ia mendirikan partai politik Congresso Nacional da Reconstrução Timorense (CNRT) dan terus bekerja untuk memajukan Timor Leste.

Universitas Hasanuddin (Unhas) menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa (HC) kepada Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmão, dalam The Ceremony for the Conferral of Honorary Doctor yang digelar di Baruga A.P. Pettarani, Universitas Hasanuddin, Sabtu (5/9/2026).

Penghargaan Diplomasi Rekonsiliasi

Penganugerahan gelar kehormatan tersebut menjadi bentuk penghargaan Unhas atas kontribusi Xanana Gusmao dalam kepemimpinan pascakonflik, diplomasi rekonsiliasi, pembangunan perdamaian, penguatan institusi, kerja sama global, integrasi regional hingga diplomasi akademik.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan kedua bangsa melalui jalur akademik.

Prof JJ, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa gelar kehormatan ini membuka ruang penguatan hubungan akademik dengan Timor Leste melalui pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa, serta jejaring alumni.

Ia menyebut langkah ini sebagai model science diplomacy.

“Penganugerahan ini memiliki makna strategis bagi Unhas. Kita ingin memperkuat hubungan Indonesia dan Timor Leste melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik. Ilmu pengetahuan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi generasi kedua negara,” ujar Prof JJ, dilansir dari Republika, Minggu (6/9/2026).

Rektor menjelaskan, bahwa Unhas melihat ilmu pengetahuan mampu membuka jalur perjumpaan dalam bentuk baru. Mahasiswa, akademisi, peneliti, dan alumni dapat mengisi ruang hubungan tersebut melalui pendidikan, penelitian, serta pertukaran gagasan.

Prof JJ mengungkapkan bahwa penganugerahan Doktor Honoris Causa kepada Xanana Gusmao memiliki dua makna penting.

Pertama, sebagai penghormatan akademik atas perjalanan seorang tokoh. Kedua, sebagai momentum untuk memperkuat diplomasi akademik Unhas dengan Timor Leste.

“Penganugerahan Doctor Honoris Causa kepada Xanana memiliki dua makna. Gelar tersebut memberikan penghormatan akademik atas perjalanan seorang tokoh, sekaligus momentum yang sama memperkuat diplomasi akademik Unhas dengan Timor-Leste,” katanya.

Jembatan Pengetahuan

Rektor menegaskan, bahwa Unhas ingin menjadi knowledge bridge yang mempertemukan Indonesia, Timor Leste, ASEAN, dan Pasifik.

Menurutnya, kedekatan geografis harus diubah menjadi kedekatan intelektual. Persahabatan politik harus dilanjutkan menjadi kerja sama pendidikan.

Sementara komitmen perdamaian harus diwujudkan dalam riset serta pengabdian pada masyarakat.

“Unhas menempatkan diri sebagai jembatan akademik yang akan turut memperkuat Timor Leste dalam perjalanan keanggotaan ASEAN. Dan setelah diterima sebagai anggota penuh, kami siap untuk mendukung proses integrasi ini semakin kuat dan semakin bermakna,” pungkas Prof JJ.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar