Festival Seni Ornamen, Rekam Sejarah dan Identitas Budaya

4 Min Read
Pengunjung sedang menonton pameran Festival Ornamen yang digelar Equalitera Art Space Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Seni ornamen tidak hanya hadir sebagai elemen penghias, tetapi juga menjadi bagian penting dari cara manusia merekam identitas, gagasan, sejarah, serta kekayaan budaya.

Semangat tersebut dihadirkan melalui  Festival Seni Ornamen Berguru pada Ornamen 2026, sebuah rangkaian pameran dan program publik yang mempertemukan seniman, komunitas, akademisi, pelaku seni, dan masyarakat dalam ruang apresiasi serta dialog mengenai seni ornamen.

Festival Seni Ornamen Berguru pada Ornamen digelar di Equalitera Art Space Yogyakarta yang menghadirkan 88 karya dari Jawa dan luar Jawa.

Art gallery interior with framed works along the left wall and a large black-and-white patterned textile piece on the right; group of visitors in yellow shirts in the background.
Festival Seni Ornamen Berguru pada Ornamen 2026 menghadirkan karya-karya yang mengeksplorasi ornamen dalam perspektif yang lebih luas dan kontekstual. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Kurator, Nurohmad, menuturkan, Festival Seni Ornamen Berguru pada Ornamen menghadirkan karya-karya yang mengeksplorasi ornamen dalam perspektif yang lebih luas dan kontekstual.

Ornamen tidak semata dipandang sebagai bentuk visual dekoratif, tetapi sebagai medium untuk membaca kembali hubungan antara tradisi, kreativitas, identitas, dan perkembangan seni di masa kini.

“Festival seni ornamen ini, saya pikir sangat bagus karena ornamen itu salah satu bagian terpenting atau ciri khas dari karya. Para seniman pun bisa mengeksplorasi lebih banyak tentang apa itu ornamen,” ucapnya, Minggu (13/9/2026).

Two men in yellow shirts pose beside intricate metal sculptures on white pedestals in a gallery environment.
Kurator, Nurohmad (kiri), bersama perancang program Rosanto Bima Pratama. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Nurohmad mengatakan, ide awal mengadakan Festival Seni Ornamen Berguru pada Ornamen berangkat dari kegelisahan karena sebagai perajin memang sehari-harinya mengulik hal itu.

“Ornamen ini kemudian jejaknya hilang. Untuk jejak simbol, jejak narasi itu hilang di masa lalu. Kemudian kita ingin itu menjadi runtutan jejak kreatif sampai hari ini. Pasti berbeda dengan masa lalu. Kemudian ada juga tentang ornamen yang tidak menjadi pelengkap perhiasan. Dia hanya ada di kursi, ada di meja. Tapi dia bisa berbicara sendiri, menjadi narasi yang kuat atas apa yang dia hias,” ucapnya.

Fungsi Ornamen

Menurut Nurohmad,  dalam Festival Seni Ornamen Berguru pada Ornamen yang membedakan zaman dulu dengan sekarang, kalau dulu ornamen berfungsi sebagai simbol status sosial, ritual keagamaan, dan dibuat manual secara rumit.

“Ornamen masa kini lebih berfokus pada estetika minimalis, fungsi praktis, dan diproduksi massal dengan teknologi modern,” ucapnya.

Sementara itu,  perancang program, Rosanto Bima Pratama, mengatakan, tujuan pameran ini mengenalkan kembali ornamen kepada masyarakat, melalui program-program yang dirancang khusus untuk semua umur, gender, bisa terlibat.

“Saya memilih ornamen karena saya alumni kriya ISI dan di dalam jurusan kriya ada mata mata kuliah ornamen yang mengenalkan ragam hias Nusantara. Saya berpikir kenapa itu tidak menjadi sebuah festival yang dirayakan. Tidak hanya sekadar menjadi hiasan semata termasuk di mata pelajaran kuliah. Tapi jadi sesuatu, seni yang memang harus dikenal masyarakat,” ucapnya.

Keunggulan Ornamen Indonesia

Rosanto mengatakan, keunggulan dari ornamen Indonesia di dalam ornamen terdapat simbol, terdapat makna yang ternyata tidak semata-mata menjadi sebuah hiasan.

“Di dalam ornamen ada konsep dan makna yang terkandung di dalamnya. Itu yang harus kita kenalkan kepada masyarakat. Saya berharap ornamen mudah dikenal oleh masyarakat,“ ucapnya.

Rosanto, menuturkan, kolaborasi antar-komunitas kreatif perlu terus dibangun. Dengan demikian, festival seni ornamen mampu melahirkan karya baru yang segar, inovatif, dan berdaya saing. 

“Festival ini sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan seni ornamen Nusantara. Selain memperluas wawasan budaya, kegiatan ini juga membuka peluang promosi karya kreatif lokal,” katanya.

Menurut Rosanto,  melalui semangat kolaborasi, para peserta berharap Festival Seni Ornamen dapat menjadi agenda budaya yang inspiratif, edukatif, dan berkelanjutan di Yogyakarta.

“Mari dukung Festival Seni Ornamen sebagai ruang kreatif generasi muda. Ikuti perkembangan kegiatan seni dan budaya terbaru bersama komunitas kreatif Yogyakarta,” katanya.


Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar