Festival Pusparagam Negeriku, Meneropong Keunikan Wajah Budaya Jambi

3 Min Read
Man in a batik shirt speaks at a microphone on a decorated stage, with a live band behind and a colorful banner reading 'PUSPARAGAM NEGERIKU' and 'DARI JAMBI UNTUK INDONESIA'.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat membuka Festival Pusparagam Negeriku di Jambi. (Foto: Dok Kemenbud)

Mabur.co — Ragam seni, budaya, hingga kuliner khas Jambi berpadu dalam Festival Pusparagam Negeriku: dari Jambi untuk Indonesia yang digelar di Taman Budaya Jambi, Jumat (31/7/2026). 

Festival tahunan ini kembali menjadi panggung kekayaan budaya daerah sekaligus ruang bagi seniman, budayawan, dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Pengunjung disuguhi beragam pertunjukan seni tari, musik tradisional, pameran seni rupa, hingga bazar gastronomi yang menampilkan cita rasa khas Jambi. Berbagai karya seniman lokal juga dipamerkan, mulai dari lukisan, patung, instalasi kontemporer, hingga busana adat dari kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang membuka festival tersebut mengatakan, Pusparagam Negeriku bukan sekadar ajang pertunjukan seni.

Ruang Edukasi Publik

Menurutnya, festival budaya memiliki peran penting sebagai ruang edukasi sekaligus sarana memperkuat ekosistem kebudayaan.

Ia menilai Taman Budaya Jambi telah menjadi tempat tumbuhnya banyak seniman dan budayawan. Karena itu, ruang-ruang budaya seperti ini perlu terus dihidupkan agar mampu melahirkan karya baru sekaligus menjaga warisan budaya tetap berkembang.

Fadli juga mendorong agar festival budaya tidak berhenti pada pertunjukan semata, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, kekayaan budaya Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif.

Wastra Tradisional

Salah satu contohnya adalah kain songket Jambi yang memiliki motif khas. Menurut Fadli, wastra tradisional tersebut berpeluang berkembang menjadi produk fesyen yang mampu bersaing di pasar internasional jika dikelola secara serius.

“Budaya harus mampu menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku UMKM, hingga sektor swasta,” ujarnya dikutip dari rilis resmi yang diterima mabur.co, Sabtu (1/8/2026).

Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan Festival Pusparagam Negeriku menjadi salah satu agenda budaya yang rutin digelar di Jambi.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM, sejarawan, komunitas seni, dan budayawan untuk ikut terlibat.

Usai membuka festival, Fadli Zon meresmikan pameran seni rupa di Taman Budaya Jambi dan meninjau bazar pangan lokal yang menghadirkan berbagai kuliner tradisional. Kehadiran para pelaku UMKM menjadi bagian penting dari festival sebagai upaya menghubungkan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar