Sekolah merupakan lingkungan yang tidak hanya memiliki fungsi bagi murid untuk mencari ilmu pengetahuan, namun sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya aspek pribadi, sosial, belajar serta karir.
Murid juga kerap menghadapi berbagai permasalahan, seperti kesulitan belajar, konflik dengan teman, bullying, masalah keluarga, kecemasan, rendahnya kepercayaan diri hingga keterlibatan dalam kenakalan remaja.
Guru BK memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan yang responsif terhadap kebutuhan tersebut melalui berbagai inovasi pelayanan.

Keberadaan Bimbingan dan Konseling di sekolah untuk membantu murid menghadapi permasalahan yang dihadapi. Namun, adanya stigma negatif ketika masuk ruang BK membuat kebanyakan murid enggan melakukan konseling atau konsultasi.
BK sebagai Kawan Karib Murid
Murid takut dianggap bermasalah jika masuk ke ruang BK. Murid sebenarnya membutuhkan bantuan, namun masih menghadapi berbagai hambatan untuk mengakses layanan BK, seperti rasa malu, takut dihakimi, khawatir kerahasiaan tidak terjaga, serta belum tersedianya media pengaduan yang mudah, cepat, dan ramah bagi peserta didik.
Berdasarkan kondisi tersebut, Guru BK SMP Negeri 2 Sleman mengembangkan inovasi TEMAN (Tempat Mengadu dan Minta Bantuan) sebagai media layanan pengaduan, konsultasi, dan pendampingan yang mengintegrasikan layanan tatap muka, media digital, serta kolaborasi dengan wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan pihak terkait.
Inovasi ini dirancang untuk memperluas akses layanan BK sehingga peserta didik memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan permasalahan sejak dini, memperoleh pendampingan secara cepat, serta mendapatkan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
Budaya Sekolah yang Terbuka dan Responsif
Melalui inovasi TEMAN diharapkan tercipta budaya sekolah yang lebih peduli, terbuka, dan responsif terhadap berbagai permasalahan peserta didik sehingga kesejahteraan psikologis, karakter positif, serta keberhasilan belajar peserta didik dapat terus meningkat.
Program TEMAN hadir untuk menjawab kesenjangan antara ketersediaan layanan BK dengan rendahnya kemauan murid untuk memanfaatkannya secara sukarela.
Kebaruan utama TEMAN adalah membangun ruang layanan yang bebas stigma, sehingga murid tidak lagi memandang ruang BK sebagai tempat bagi murid bermasalah, tetapi sebagai tempat yang aman untuk mengadu, meminta bantuan, berkonsultasi, dan mengembangkan potensi diri.
Teman dapat diakses dengan cara konsultasi secara langsung di ruang BK, konsultasi melalui WhatsApp layanan BK, pengisian google form program TEMAN, penyampaian keluhan melalui kotak curhat, rujukan dari wali kelas, guru mata pelajaran, teman sebaya, maupun orang tua.
Sejauh ini, inovasi TEMAN (Tempat Mengadu dan Minta Bantuan) memberikan dampak positif terhadap peningkatan akses dan pemanfaatan layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 2 Sleman.
Dampak utama yang terlihat adalah meningkatnya keberanian dan kemauan murid untuk memanfaatkan layanan BK secara sukarela serta terciptanya ruang konsultasi yang lebih aman, nyaman, dan ramah murid.
TEMAN juga membantu mengurangi stigma bahwa ruang BK hanya diperuntukkan bagi murid yang melakukan pelanggaran.
