Mengenal Pacu Jalur, Lomba Dayung Perahu Panjang yang Kian Mendunia

4 Min Read
Dragon boat race: a yellow-clad paddler stands at the prow with arms raised, leading a team of paddlers through splashing water.
Ilustrasi aktivitas pacu jalur. (Foto: Shutterstock)

Mabur.co – Dalam kurun satu tahun terakhir, olahraga pacu jalur menjadi salah satu fenomena tersendiri di Indonesia maupun dunia internasional.

Olahraga ini kian populer, berkat hadirnya sosok Rayyan Arkan Dikha, yang menjadi viral berkat aksinya memimpin pasukan pacu jalur di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Namun jauh sebelum viralnya sosok Rayyan Arkan Dikha di dunia maya, olahraga yang satu ini rupanya sudah ada sejak abad ke-17, ketika perahu ini digunakan sebagai alat transportasi utama bagi warga di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata, Rabu (5/8/2026), pacu jalur adalah tradisi mendayung perahu panjang berukuran 25 sampai 40 meter, yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Spesifikasi Pacu Jalur

Perahu ini dapat menampung sebanyak 40 hingga 60 orang pendayung. Mereka berbaris rapi dari belakang ke depan, ditambah seorang penari tunggal (togak luan) yang berdiri di bagian haluan perahu alias di paling depan. Ia bertugas untuk menari dan memberi semangat kepada pasukannya yang sedang mendayung di belakangnya,

Seiring berjalannya waktu, kegiatan mendayung ini menjadi aktivitas yang semakin digandrungi masyarakat di sekitaran Sungai Kuantan.

Sampai akhirnya dijadikan ajang perlombaan, khususnya ketika memperingati hari besar keagamaan tertentu, hari kemerdekaan Indonesia (17 Agustus), serta perayaan penting lainnya.

Istilah “pacu jalur” sendiri artinya merupakan perahu kayu utuh tanpa sambungan (disebut jalur) yang dipacu sekencang-kencangnya, untuk bisa menjadi yang tercepat, dan meraih kemenangan atau juara satu.

Viralnya Si “Aura Farming”

A young boy in traditional black attire and a tall hat stands at the front of a dragon boat, wearing sunglasses as teammates paddle behind him in a red-uniform boat.
Rayyan Arkan Dikha, si bocah “aura farming” asal Riau yang kini telah mendunia (Foto: Valid News)

Dikutip dari laman Valid News, Rabu (5/8/2026), tahun 2025 lalu menjadi puncak dari popularitas olahraga yang satu ini.

Berkat sosok anak kecil berusia 11 tahun bernama Rayyan Arkan Dikha, pacu jalur mendadak dikenal di seluruh dunia, bahkan ikut ditirukan oleh netizen dan selebritis dari seluruh dunia. Mirip seperti gerakan “Viking Row” (Norwegia) saat ini, yang juga ditirukan oleh banyak orang di berbagai belahan dunia.

Lalu muncullah istilah baru bernama “aura farming”, yang ditujukan kepada sosok Rayyan. Seketika, Rayyan pun langsung dikenal dengan sebutan “aura farming-nya Indonesia”, yang menjadi inisiator dari gerakan “aura farming”, atau gerakan mendayung yang dipopulerkan sendiri oleh Rayyan.

“Aura Farming” sendiri berasal dari slang (bahasa gaul) di kalangan Gen Z di media sosial, di mana “aura” menggambarkan kharisma atau pesona seseorang atau figur tertentu, sedangkan “farming” adalah istilah dalam game-game mobile phone dengan mengulang tindakan tertentu agar mampu meraih poin atau kemenangan.

Dengan kata lain, Rayyan adalah seorang togak luan yang mempunyai kharisma (berkat gerakannya yang lincah dan tanpa beban di atas Sungai Kuantan), serta mampu melakukannya berulang kali, sampai akhirnya terkenal dan menjadi sorotan dunia internasional.

Tentunya tidak hanya Rayyan yang kemudian dikenal dan menjadi perbincangan di seluruh dunia. Olahraga pacu jalur yang diikuti Rayyan juga tak kalah menarik untuk diperbincangkan, karena dari sanalah Rayyan mulai dikenal oleh publik internasional.

Hal itu juga sekaligus mampu mengenalkan salah satu budaya lokal khas Indonesia, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Riau sejak ratusan tahun lamanya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar