Mabur.co – Tak banyak yang tahu, Indonesia memiliki seorang aktris besar yang ternyata berasal dari lingkungan keluarga keraton.
Putri keluarga Keraton Yogyakarta yang masih kerabat dekat Sri Sultan Hamengku Buwono X ini bahkan sudah membintangi belasan film layar lebar tanah air.
Dikutip dari Berbagai Sumber, Rabu (5/8/2026), film-film seperti Ayat-ayat Cinta, Surga yang Tak Dirindukan hingga Talak 3 yang dibintanginya bahkan pernah menjadi box office dan merajai bioskop di Indonesia.
Eksis di Dunia Seni
Dia adalah Sitoresmi Prabuningrat. Salah satu sosok perempuan keraton yang paling dikenal di dunia seni Indonesia pada era 1970 hingga 1980-an dan masih eksis hingga saat ini.
Lahir di Yogyakarta pada 7 Maret 1950, Sitoresmi merupakan putri Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabuningrat, yang merupakan kakak kandung Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Meski memiliki darah ningrat yang lekat dengan tata krama dan tradisi kehidupan keraton, Sitoresmi justru menapaki jalan berbeda. Ia justru memilih dunia seni peran, panggung teater, hingga layar lebar sebagai jalan hidupnya.
Meski ayahnya dikenal sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), yaitu GBPH Prabuningrat, namun darah seni mengalir deras dari sang ibu yang dikenal sebagai penari keraton.
Ketertarikan Sitoresmi pada dunia seni memang sudah terlihat sejak kecil. Sitoresmi bahkan berani mengambil keputusan yang tidak lazim bagi perempuan keraton dengan memilih tidak menyelesaikan pendidikan SMA karena telah lebih dahulu aktif di dunia pertunjukan.
Dimulai dari Teater Muslim
Perjalanan seninya dimulai dari Teater Muslim, kemudian bergabung dengan Teater Kronis UII dan Kelompok Sandiwara Kedaulatan Rakyat. Namun titik balik kariernya terjadi saat ia bergabung dengan Bengkel Teater pimpinan WS Rendra pada 1969.
Di sanalah kemampuan aktingnya berkembang pesat. Dari kedekatan dengan Bengkel Teater itulah Sitoresmi kemudian menikah dengan WS Rendra dan menjalani rumah tangga selama sembilan tahun sebelum akhirnya berpisah pada 1979.
Tak hanya bersinar di panggung teater, Sitoresmi juga dikenal sebagai pemain ketoprak. Ia beberapa kali tampil bersama Sapta Mandala pimpinan Bagong Kussudiardja yang merupakan ayah dari Butet Kartaredjasa.
Berkat kemampuannya memerankan sosok Kanjeng Ratu Kidul, ia pun meraih penghargaan sebagai Pemain Ketoprak Putri Terbaik pada 1983 dan menerima Piala Wali Kota Yogyakarta.
Namanya semakin dikenal setelah memasuki dunia perfilman. Hingga pertengahan dekade 1980-an, Sitoresmi telah membintangi sejumlah film. Salah satu peran utamanya adalah sebagai Ratu Kalinyamat dalam film Aryo Penangsang.
Ia juga memerankan tokoh Kanjeng Ratu Kidul dalam film Hati yang Perawan serta tampil sebagai Nyi Ageng Serang, sosok pejuang perempuan yang dikenal gigih melawan penjajahan Belanda.
Karakter yang diperankannya hampir selalu menggambarkan perempuan kuat, berwibawa, dan penuh keteguhan. Sosok-sosok itu seolah menyatu dengan kepribadiannya yang tumbuh dalam lingkungan budaya Jawa.
Kini di usia 76 tahun, Sitoresmi memang tak lagi aktif di dunia seni peran. Namun ia beberapa kali muncul dalam sejumlah kegiatan seni budaya dengan tampil membacakan puisi. Ia juga kerap diundang sebagai pembicara termasuk mengisi tausiah di sejumlah pengajian. ***
