Perkuat Budaya Literasi, Babak Baru FTBM Sumenep

3 Min Read
Nine-person video conference grid with each participant in their own tile and muted mic icons visible on some tiles.5d3️
Suasana pelantikan pengurus baru Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep secara online. Foto: Istimewa

Mabur.co – Semangat memperkuat budaya literasi di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep resmi dilantik oleh Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (PW FTBM) Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (6/8/2026).

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Jumat (7/8/2026), dijelaskan pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), komunitas literasi, pemerintah, dunia pendidikan, media, hingga berbagai elemen masyarakat.

Memperluas Akses Literasi

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses literasi sekaligus menumbuhkan budaya membaca, belajar, dan berkarya di tengah masyarakat.

Sebagai wadah kolaborasi nasional, FTBM memiliki peran strategis dalam menguatkan ekosistem literasi berbasis masyarakat. Kehadiran kepengurusan baru FTBM Kabupaten Sumenep diharapkan menjadi energi baru bagi lahirnya berbagai gerakan literasi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran PW FTBM Jawa Timur, pegiat literasi, pengelola TBM, serta perwakilan berbagai komunitas yang selama ini aktif mengembangkan gerakan literasi di daerah.

Ruang Kolaborasi Terbuka

Dalam sambutannya, Ketua FTBM Sumenep, Mahfud, menegaskan komitmennya menjadikan FTBM sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi seluruh pegiat literasi.

“FTBM harus menjadi rumah bersama untuk membangun budaya membaca, menulis, dan belajar sepanjang hayat. Melalui berbagai program literasi, kami ingin menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya.

Ke depan, FTBM Sumenep akan mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari pelatihan literasi, kelas kreatif, pendampingan komunitas baca, festival literasi, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan dari berbagai tamu undangan atas terbentuknya kepengurusan FTBM Kabupaten Sumenep.

Mereka menilai kehadiran forum ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi yang berakar dari masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW FTBM Jawa Timur, Jauharul, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan gerakan literasi yang semakin masif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

“Semangat kolaborasi adalah kunci. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya yakin FTBM Sumenep mampu melahirkan masyarakat yang semakin gemar membaca, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing,” tutupnya.

Pelantikan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan awal dari penguatan gerakan literasi yang bertumpu pada kolaborasi, gotong royong, dan partisipasi masyarakat. Dengan semangat tersebut, FTBM Sumenep diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat, lebih inklusif, serta menjawab tantangan literasi di era digital.

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar