Mabur.co – Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, mendorong penggunaan aksara Sunda dalam menentukan desain tata ruang kota.
Hal itu dilakukan dengan menggunakan aksara Sunda di ruang-ruang publik termasuk nama jalan dan gedung pemerintahan.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya melestarikan dan mengenalkan kembali aksara daerah dalam hal ini aksara Sunda kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Pelestarian Budaya Aksara Sunda
Dilansir dari situs resmi Pemkot Cimahi, Senin (21/9/2026), Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Cimahi, Dani Bastian, mengatakan pentingnya pelestarian budaya termasuk aksara Sunda.
Tak hanya dipelajari di sekolah, hal itu menurutnya juga harus diwujudkan dalam bentuk yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Salah satu gagasan yang tengah didorong yakni penggunaan aksara Sunda untuk penamaan sejumlah jalan maupun gedung pemerintahan. Langkah tersebut diharapkan bukan hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali aksara daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Dani, penggunaan aksara Sunda di ruang publik diharapkan dapat membuat masyarakat semakin terbiasa melihat dan mengenali aksara tersebut.
Upaya itu nantinya juga tidak hanya akan mengandalkan pemerintah. Namun juga peran komunitas dan tokoh budaya, yang dinilai penting untuk menjaga agar kebudayaan Sunda tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Tujuh Manuskrip Aksara Sunda
Salah satu kontribusi datang dari tokoh budaya Bang Ujang Laip yang telah menyusun dan mencetak tujuh manuskrip aksara Sunda. Karya tersebut dinilai akan menjadi sumbangan penting dalam penerapan kebijakan ini nantinya.
“Kehadiran komunitas menjadi kekuatan penting agar kebudayaan daerah terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” tutur Dani.
Dani menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh hanya ramai ketika ada peringatan tertentu. Pemerintah, komunitas, seniman, akademisi, dan masyarakat perlu terus berkolaborasi agar kebudayaan hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Pemkot Cimahi serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mengaku, akan terus berkolaborasi untuk menggali potensi serta gagasan baru dalam pengembangan kebudayaan di Kota Cimahi.
“Harapannya kegiatan pelestarian ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Dani. ***
