Semaan Puisi Taufiq Ismail Hidupkan Jiwa Sastra di Taman Ismail Marzuki

3 Min Read
Four older men in traditional clothing sing or speak on a stage in a bright room, one holding a microphone.
Sastrawan Taufiq Ismail (pegang mikropon) sedang menyampaikan sambutan. Foto: Dok Panitia

Mabur.co – Puluhan pasang kaki melangkah memasuki Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), waktu seolah melambat siang itu.

Dalam rilis yang diterima mabur.co. Jumat (14/8/2026), dijelaskan, ruangan yang menyimpan jutaan memori literatur bangsa itu mendadak menjelma menjadi sebuah ruang sakral.

Puluhan pasang mata larut dalam kekhusyukan yang magis saat bait-bait sajak sang maestro, Taufiq Ismail, mulai dilantunkan dalam acara Semaan Puisi Edisi ke-136, dengan tema “Taufiq Ismail: Perjuangan, Karya, dan Penghargaan”.

Woman standing at a microphone presents to a panel on stage, with a large collage screen behind and four men seated.
Acara semaan puisi karya Taufiq Ismail berlangsung meriah. Foto: Dok. Panitia

Acara yang digelar pada Kamis siang, 13 Agustus 2026 ini, bukan sekadar pembacaan puisi biasa. Mengambil konsep ‘semaan’, yang secara tradisi berarti menyimak dengan seksama dan khidmat, perhelatan ini berhasil menyatukan emosi penikmat sastra lintas generasi.

Elegansi acara terpancar dari kesederhanaan panggung yang berada di ruangan yang menyimpan arsip sejarah, mengingatkan kembali pada esensi sejati sastra sebagai penjaga gerbang peradaban.

Tokoh Angkatan 1966, Tajam Memotret Masalah Sosial

Taufiq Ismail, tokoh angkatan ’66 yang puisi-puisinya selalu tajam memotret sosial sekaligus teduh dalam spiritualitas, hadir membawa roh perjuangan dan keindahan kata.

Ketika bait-bait puisi legendarisnya mengalun, atmosfer PDS HB Jassin bergetar oleh perpaduan rasa getir, haru, dan rindu yang mendalam.

Setiap jeda napas dan intonasi yang dihadirkan para pembaca puisi siang itu seperti mengajak penonton menyelami kembali sejarah, merenungkan hakikat kemanusiaan, hingga berserah pada Sang Pencipta.

“PDS HB Jassin adalah tempat terbaik untuk merayakan kedalaman kata-kata Taufiq Ismail. Di sini, sejarah sastra tidak mati, melainkan berdenyut dan menghidupkan jiwa-jiwa kita kembali,” ujar Ayie Suminar, salah satu pendiri Komoenitas Makara, yaitu komunitas seni budaya yang berbasis di Makara Art Center UI, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Para Tokoh Sastra Hadir

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh sastra nasional, budayawan, akademisi, serta generasi muda yang haus akan kedalaman makna di tengah bisingnya era digital, antara lain: Taufiq Ismail, Jose Rizal Manua, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Dr. Ganjar Harimansyah, Angin Kamajaya, Jamal D. Rahman, Mahwi Air Tawar, Fikar W. Eda, D. Kemalawati, Fatin Hamama, Devie Matahari, Helvy Tiana Rosa, Anzar Mustikowati, Octavianus Masheka, Imam Maarif, Beni Satria, Gilang Eka Sulaeman, Ario Srengenge, dan kelompok Hadrah Banjari Assalam.

Melalui bahasa yang anggun dan penyajian yang sarat akan nilai estetika tinggi, Semaan Puisi ini sukses menjadi oase kultural yang mengukuhkan posisi TIM sebagai episentrum pergerakan seni dan sastra yang tak lekang oleh waktu.

Sore menjelang di Cikini, namun gema dari larik-larik puisi Taufiq Ismail masih menyisakan kehangatan di hati setiap pengunjung yang melangkah pulang membawa sebait perenungan. ***

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar