Ragam Potensi Seni Tradisi Tumbuh di Kalurahan Canden, Menantang Dieksplorasi

2 Min Read
Recipients receive certificates at a cultural village awards ceremony, with a banner in Indonesian in the background.
Lurah Canden, Bejo, saat mendapatkan SK sebagai Rintisan Desa Budaya. (Foto: Dok Pribadi)

Mabur.co –Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan apresiasi kepada Kalurahan Panjangrejo yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) Rintisan Desa Budaya.

Lurah Canden, Bejo, SH, MLi, menuturkan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul menyimpan potensi budaya yang cukup besar.

Ragam Seni Tradisi

Mulai dari tradisi wiwitan, kesenian srandul, jatilan, wayang, ketoprak, karawitan hingga tradisi jamu gendong yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Potensi tersebut kini menjadi modal bagi Kalurahan Canden untuk mewujudkan target menjadi Kalurahan Mandiri Budaya.

Bejo menjelaskan, pelestarian budaya merupakan bagian penting dari peran kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu pemangku keistimewaan.

“Di Kalurahan Canden banyak budaya yang harus di-uri-uri. Kita masih nguri-uri wiwitan, kemudian kesenian lainnya. Mungkin orang baru mengetahui kesenian srandul ada juga,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Bejo menuturkan, tidak hanya srandul, sejumlah wilayah di Canden juga memiliki kelompok kesenian yang beragam.

“Di Kampung Kralas terdapat jatilan, wayang, ketoprak, hadrah dan berbagai kesenian lainnya. Sementara kelompok karawitan dan ketoprak juga berkembang di Gadungan Kepuh. Keberagaman budaya tersebut menjadi kekuatan yang akan terus dikembangkan,” ucapnya.

Bejo mengatakan, setelah  mendapatkan SK Bupati Bantul sebagai Rintisan Desa Budaya, maka menargetkan dapat naik status menjadi Kalurahan Mandiri Budaya pada tahun depan.

“Persiapan kita konsisten, terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ada empat kriteria, yakni desa preneur, desa prima, desa wisata dan desa budaya. Semua itu sudah kita lalui, tinggal kita lengkapi,” jelasnya.

130 Penjual Jamu Gendong

Menurut Bejo, Canden memang memiliki potensi budaya sekaligus ekonomi yang kuat melalui jamu gendong. Sedikitnya terdapat lebih dari 130 penjual jamu gendong di wilayah tersebut.

“Tradisi jamu gendong menjadi salah satu ciri khas Canden dan merupakan bagian dari warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diakui UNESCO,” ucapnya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan, pengembangan potensi budaya di Canden tidak semata-mata mengejar predikat atau penghargaan. Lebih dari itu, budaya diharapkan mampu menjadi kekuatan pembangunan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Ujungnya kesejahteraan masyarakat. Bagaimana budaya-budaya yang ada bisa kita kembangkan, tetap kita jaga keistimewaan dan kebudayaannya, dan juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar