Mabur.co – Sejak 6 Agustus 2026 lalu Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, resmi menyandang predikat sebagai Kalurahan Mandiri Budaya.
Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, S.IP, menuturkan, kini Kalurahan Guwosari berupaya lebih optimal mengembangkan empat pilar yang menjadi basis penilaian Kalurahan Mandiri Budaya. Empat basis penilaian tersebut adalah Desa Preneur, Desa Prima, Desa Wisata, dan Desa Budaya.

“Kita mengintegrasikan empat pilar tersebut. Bagaimana desa budaya, beberapa perilaku budaya yang ada di Guwosari dan lainnya. Menjadi entitas yang kemudian mempunyai efek terhadap perekonomian yang ada di Kalurahan Guwosari,” katanya, Sabtu (15/8/2026).
Wisata Kuliner dan Wisata Sejarah
Menurut Masduki, ada beberapa titik wisata, baik itu wisata kuliner maupun wisata sejarah yang kemudian menjadi potensi di Guwosari. Semua itu bisa dikembangkan oleh warga.
“Kami ke depan mendorong satu ekosistem terintegrasi yang akan dikembangkan di barat GOR Kalurahan Guwosari sebagai wisata terpadu. Di situ ada atraksi budaya. Kemudian ada sentra atau ruang UMKM. Ada pula beberapa kegiatan yang kemudian digunakan menunjang pariwisata yang ada di Kalurahan Guwosari,” katanya.
Menurut Masduki pula, selain mengoptimalkan kategori Desa Budaya, nantinya Desa Wisata ada di bawah Dinas Pariwisata. Sedangkan Desa Preneur ada di bawah Dinas Koperasi UMKM, dan Desa Prima ada di bawah Dinas Perempuan. Beberapa sudah terintegrasi dan terdigitalisasi sejumlah potensi yang ada di budaya.guwosari.desa.id.
“Semua itu akan sinkron dengan program Kalurahan Mandiri Budaya yang bermuara pada kesejahteraan warga berasaskan potensi yang ada di Kalurahan Guwosari. Semoga dengan status ini memang memberikan dampak ekonomi, dampak kesejahteraan bagi warga di Kalurahan Guwosari,” katanya. ***
