Warganet Sindir Pidato Keliru Presiden Prabowo soal Penghasilan Kupas Bawang per Kilogram

3 Min Read
Indonesian official giving a speech at a podium decorated with red and white roses, national flags in the background.
Presiden Prabowo saat berpidato di sidang tahunan MPR/DPR/DPD di Gedung Nusantara. (Foto: Sekretariat Presiden)

Mabur.co – Pidato Presiden Prabowo Subianto kembali menimbulkan reaksi keras dari warganet di dunia maya.

Dalam pidato terbarunya di sidang tahunan MPR/DPR/DPD RI yang berlangsung di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026) kemarin, Prabowo sempat menyapa salah satu audiens bernama Susana, yang datang jauh-jauh dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Prabowo yang turut memperkenalkan Susana dalam kesempatan tersebut, kemudian menyebutkan profesi sehari-hari dari Susana, yakni seorang buruh harian, berupa pengupas bawang, dengan upah mencapai Rp700 ribu per kilogram.

Sontak pernyataan itu langsung menuai reaksi keras dari sejumlah warganet. Baik dalam bentuk komentar, video reaksi, foto meme, dan semacamnya.

Salah satu warganet bahkan tak tanggung-tanggung menyebut bahwa Presiden Prabowo telah keliru menyampaikan data penghasilan pengupas bawang tersebut. Karena kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penghasilan yang diterima justru lebih sedikit 1.000 kali lipat, alias hanya Rp700 perak per kg.

“Ini pasti info salah, ini pasti hoaks. Saya bisa pastikan tidak ada upah ngupas bawang sebesar Rp700 ribu per kg. Mungkin Ibu Susana yang ada di situ juga kaget, ‘kok bisa jadi Rp700 ribu per kg‘, perasaan nggak pernah deh dapet sampai segitu,” tandas salah seorang warganet di akun YouTube Opsi Politik Indonesia.

Pengupas Bawang Jadi “Pekerjaan Menggiurkan”

Warganet ini juga tak segan-segan menyebut bahwa pekerjaan pengupas bawang akan jadi suatu profesi yang sangat menggiurkan, apabila angka Rp700 ribu per kg itu memang benar adanya.

“Bayangkan saja, kalau upah ngupas bawang per kg itu Rp 700 ribu, artinya kalau 10 kg sudah dapat Rp 7 juta. Nah kalau ngupas sampai 30 kg sudah bisa dapet Rp 21 juta. Jadi ini jelas-jelas pekerjaan yang sangat menggiurkan. Jangankan Ibu Susana di Bogor itu, saya dan teman-teman lain juga pasti pengin dapat pekerjaan seperti itu,” tambah warganet tersebut.

Warganet ini sendiri sejatinya juga memiliki lahan sawah yang ditanami bawang. Di mana upah yang diterima para pengupas bawang hanya sekitar Rp 700 perak hingga Rp 1.000 perak per kg. Angka itu pun bisa dibilang sudah termasuk tinggi, untuk negara agraris seperti Indonesia.

Sehingga menurutnya, angka Rp 700 ribu yang disebutkan Presiden Prabowo dalam pidatonya itu tidak pernah terjadi di Indonesia, kecuali jika itu berada di negara-negara Eropa, atau pun di negara Timur Tengah, dan sebagainya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar