Mabur.co– Eross Candra biasa disapa Eross adalah seorang pria kelahiran Yogyakarta yang berprofesi sebagai musisi, merupakan anggota dari grup musik Indonesia Sheila on 7.
Eross berposisi sebagai gitaris dari grup musik tersebut. Eross adalah anak pertama dari 3 bersaudara dan mempunyai hobi kesenian. Eross besar di keluarga pecinta musik. Ibunya seorang penyanyi, kakeknya pemain saksofon, dan pamannya mahir main gitar.
Sejak SD, Eross telah mengenal dunia musik karena sering mendampingi ibunya yang latihan band di studio musik di rumahnya, Karangkajen, Yogyakarta.
Eross sangat tertarik dengan alat musik gitar dan mempelajarinya. Gitar pertama dimiliki oleh Eross saat berusia 14 tahun sebagai kado ulang tahun dari ayahnya. Saat kelas 3 SMP, Eross pernah ikut sebuah band, namun tak bertahan lama karena salah satu personelnya pindah kota. Kelas 1 SMA menjadi saat yang bersejarah bagi Eross.
Eross diajak bergabung dengan Dizzy band, bersama dengan Icha dan Adhit Jikustik. Eross menjadi satu-satunya anggota yang masih SMA, yang lain telah kuliah.
Sang kakek juga menghadiahkan sebuah gitar listrik yang menjadi gitar listrik pertamanya. Pada tahun yang sama, Eross berkenalan dengan Sakti dan Anton dari saudaranya, Oscar.
Dari Sakti, Eross kenal dengan Adam, lalu Duta. Dan akhirnya terbentuklah Sheila Gank pada tanggal 6 Mei 1996 di rumah Adam. Sheila Gank pernah mengikuti Festival Band DIY di Yogyakarta dan mendapat juara pertama. Eross menjadi The Best Guitarist dan Adam menjadi The Best Bassist.
Tahun 1998, Sheila Gank mendapat kesempatan untuk menawarkan demo lagu mereka ke Sony Music Indonesia. Akhirnya mereka dikontrak. Nama band mereka diubah menjadi Sheila on 7.
“Sheila” diambil dari bahasa Celtic yang berarti musikal dan “on 7” diambil dari tujuh tangga nada dalam musik. Tak dinyana album perdana mereka langsung meledak di pasaran. Begitu pun dengan album mereka selanjutnya.
Eross menjadi pencipta lagu paling aktif dalam grup band ini. Tak hanya untuk konsumsi grup band, Eross juga menciptakan lagu untuk Memes, Rio Febrian, dan juga Tasya, serta untuk sountrack film “30 Hari Mencari Cinta” dan “Soe Hok Gie”.
Selain di Sheila on 7, Eross juga sedang sibuk dengan proyek kelompok musik barunya, Jagostu. Namun, dia memastikan bahwa kelompok musik barunya tersebut tidak akan mengganggu eksistensi dan keutuhan SO7 yang sudah membesarkan namanya.
Isu Royalti
Isu royalti belakangan ini lagi jadi berita hangat dan imbasnya makin dirasakan banyak pihak, mulai dari musisi hingga kreator lainnya. Streaming makin besar, tapi di sisi lain, banyak musisi yang merasa bayarannya jalan di tempat.
Lembaga Manajemen Kolektif Perkumpulan Wahana Musik Indonesia (WAMI) resmi menyalurkan royalti Periode II-2026 dengan nilai total mencapai Rp45 miliar.
Dana tersebut dibagikan kepada lebih dari 7.000 anggota pencipta lagu dan penerbit musik. Menariknya, sejumlah nama besar musisi papan atas tercatat sebagai penerima royalti tertinggi pada periode ini.
Sebut saja Eross Candra (gitaris legendaris Sheila On 7), Roby Satria (Geisha), hingga musisi Daniel Baskara Putra (Hindia/Feast).
Selain itu, nama Ade Nurulianto (Govinda) dan Pasmarizal juga masuk dalam jajaran komposer dengan perolehan royalti jumbo berkat karya-karya hits mereka seperti Melompat Lebih Tinggi, Mangu, Satu Rasa Cinta, hingga Hal Hebat.
Tapi ternyata, royalti tiap musisi tidak sama. Jumlahnya dipengaruhi seberapa sering lagu digunakan, jenis penggunaannya, kelengkapan data usage & logsheet, sampai dana di masing-masing kategori.
Eros mengatakan, di luar hasil panggung, royalti dari karya-karyanya memegang peran penting bagi pendapatan musisi, terutama saat situasi sulit seperti pandemi dulu.
“Semoga industri musik Indonesia terus berkembang menjadi lebih baik dan lebih adil untuk semua pelaku musik,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Sinyal Positif Ekosistem Musik Indonesia
Sementara itu, President Director WAMI, Adi Adrian, mengungkapkan bahwa kenaikan nilai royalti yang didistribusikan ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem musik di Indonesia.
“Alhamdulillah, nilai distribusi pada periode ini mengalami peningkatan. Ini tentu menjadi kabar yang menggembirakan bagi para anggota sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ujar Adi Adrian dalam keterangan resminya.
Adi menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan proses distribusi berjalan transparan, akurat, dan tepat waktu.
“Ada pun peningkatan angka Rp45 miliar ini merupakan hasil pengelolaan royalti dari berbagai sektor, mulai dari lisensi digital (streaming) hingga penggunaan karya musik di layanan publik komersial non-digital,” katanya.
