Benarkah Masyarakat Indonesia Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal?

2 Min Read
Close-up of a person in a mask holding a small gold bullion bar between their fingers.
Ilustrasi. Emas. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Fakta mencengangkan diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Ia menyebut ada sekitar 1.800 ton emas dimiliki masyarakat Indonesia saat ini yang masih belum masuk ke sistem keuangan, alias disimpan di bawah bantal.

Sebanyak 1.800 ton emas itu menurut Airlangga memiliki nilai sebesar US$ 252 miliar atau bila dikonversi ke nilai tukar rupiah setara Rp 4.483,02 triliun.

“Emas yang ada di bawah bantal, itu ada 1.800 ton. Nah, kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$ 252 miliar,” kata Airlangga dalam acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Jakarta, Kamis (20/8/2026) sebagaimana dilansir CNBC.

Catatan Stok Emas Terbesar

Airlangga mengatakan, bila 1.800 ton emas di bawah bantal itu bisa masuk ke sistem keuangan RI, maka akan membuat catatan stok emas Indonesia menjadi yang terbesar di dunia.

“Nah ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan. Karena kalau kita lihat Amerika punya stok emas 8.133 ton, kemudian Cina 2.331. Kalau Indonesia 1.800, itu udah langsung di bawah mereka semua,” ucap Airlangga.

Atas dasar itulah Airlangga meminta dua lembaga jasa keuangan yang telah memiliki layanan bullion, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, untuk mencari cara membuat masyarakat percaya menitipkan aset emasnya.

PT Pegadaian sendiri kata Airlangga kini telah mengelola 153 ton stok emas masyarakat, dan BSI sekitar 20 ton.

“Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI yang US$ 252 billion ini mungkin 20%-nya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal, ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan syariah maupun Pegadaian,” tutupnya.

TAGGED:
Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar