Mabur.co – Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi sepanjang Senin (24/8/2026).
Dilansir IDN Times, sejak pagi hingga sore hari, gunung api yang terletak di Selat Sunda itu tercatat mengalami delapan kali erupsi.
Berdasarkan data Magma ESDM, erupsi terbaru terjadi pukul 15.24 WIB.
Letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak atau mencapai 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal. Abu bergerak ke arah utara dan timur laut.
Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan berlangsung selama 26 detik.
Sebelumnya, erupsi terjadi pukul 11.54 WIB dengan kolom abu sekitar 350 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke utara serta barat laut.
Erupsi kembali terjadi pukul 11.22 WIB. Kali ini kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak, dengan arah sebaran ke barat dan barat laut.
Erupsi berlangsung selama 20 detik dengan amplitudo maksimum 51 milimeter.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya sudah dimulai sejak pukul 09.41 WIB. Saat itu, kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 mdpl.
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut. Erupsi berlangsung selama 77 detik dengan amplitudo maksimum 52 milimeter.
Dua menit kemudian, pukul 09.43 WIB, kembali terjadi erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 250 meter. Letusan berlangsung 25 detik dengan amplitudo maksimum 49 milimeter.
Erupsi selanjutnya tercatat pada pukul 10.11 WIB, 10.24 WIB, dan 10.48 WIB. Ketiganya menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 200 hingga 250 meter di atas puncak.
Dengan aktivitas yang terjadi berulang kali sepanjang hari, Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian petugas pemantauan.
Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, meminta masyarakat dan nelayan terus mengikuti perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
“Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Masyarakat maupun nelayan diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas gunung dan mengikuti informasi resmi dari petugas,” katanya.
Gunung Anak Krakatau sendiri saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan gunung api serta mematuhi rekomendasi dan informasi resmi dari otoritas terkait.
“Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus siaga, kami minta semua masyarakat tetap waspada,” ujar Andi.
