Presiden Prabowo: Padamkan Karhutla dengan Tepung Ubi

3 Min Read
Aerial view of a drone spraying a white mist over a rocky hillside, with a wheel visible in the lower foreground.
Operasi water bombing untuk pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: Dok.BNPB)

Mabur.co – Belakangan ini muncul pembicaraan mengenai tepung ubi atau singkong yang disebut dapat digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Gagasan ini mendapat perhatian setelah Presiden Prabowo  Subianto membahasnya dalam rapat penanganan karhutla di Palembang pada 24 Agustus 2026.

Presiden bahkan menyebut konsep tersebut dengan istilah “ubi bombing” sebagai kemungkinan alternatif atau pendamping water bombing. Pemerintah meminta teknologi tersebut diteliti dan diuji dalam skala yang lebih besar.

Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, menyebut, ide pemerintah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tepung singkong, dinilai aneh.

“Walau demikian, saya berspekulasi tepung yang akan digunakan berkali lipat dari luasan lahan terbakar Sementara itu, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 202.000 hektare per 18 Agustus 2026,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Menurut Mahfud, ide tersebut tetap patut dicoba.

“Ayo dicoba,” katanya.

Tepung Berbahan Jagung Bukan Ubi

Sementara itu, Pakar Forensik Kebakaran IPB, Bambang Hero Saharjo, mengungkapkan, bahwa teknologi pemadaman api dengan tepung berbahan organik bukan hal baru. Namun, sepengatahuannya adalah tepung berbahan dari jagung, bukan ubi.

“Kalau yang dari singkong saya tidak tahu, namun yang dari tepung jagung pernah saya gunakan dan ujicobakan serta jadi bahan penelitian mahasiswa S1 bimbingan saya,” ujarnya, dilansir JawaPos.com, Rabu (26/8/2026).

Bambang menjelaskan, tepung jagung  yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan dengan beberapa material lain, kemudian direndam dalam air hingga membentuk gel.

“Produk ini kemudian direndam dalam air dan harus hati-hati karena kalau terlalu kental, maka aliran air dalam selang pemadam terhambat. Produk ini disebut dengan gel,” katanya.

Bambang menjelaskan pula, gel tersebut memiliki fungsi ganda dalam proses pemadaman. Selain membantu memadamkan api, gel dapat menutup pori-pori gambut sehingga api atau bara yang masih berada di bawah permukaan tidak mudah muncul kembali.

“Tujuannya adalah untuk memadamkan api sekaligus menutup pori-pori gambut dengan gel tadi itu agar api atau bara yang masih berada di bawah tidak naik kembali,” paparnya.

Bambang mengatakan, campuran tersebut dapat disemprotkan menggunakan pompa dan selang. Karena material yang disemprotkan merupakan campuran air dan tepung, bobotnya menjadi lebih berat sehingga semprotan disebut lebih mampu mencapai sasaran dan tidak mudah terganggu angin.

“Biasanya menggunakan pompa dan selang. Karena yang digunakan adalah air dan tepung tersebut sehingga menjadi berat, yang menyebabkan semprotan api tersebut tidak terganggu oleh angin dan sesuai sasaran yang dituju,” jelasnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar