Mabur.co – Istana Kerajaan di Oslo mengumumkan bahwa Raja Harald V dari Norwegia, raja yang sedang bertakhta dengan usia tertua di Eropa, telah meninggal dunia pada usia 89 tahun.
Ia segera digantikan oleh putranya, Raja Haakon VIII.
“Dengan penuh duka cita, kami mengumumkan bahwa Baginda Raja Harald telah wafat hari ini. Raja Harald meninggal dunia dengan tenang di Rumah Sakit Universitas Oslo pada hari Jumat, 28 Agustus, pukul 06.35 pagi,” demikian pernyataan pihak istana dilansir Guardian.
Membentuk Norwegia dengan Kecerdasan
Selama lebih dari tiga dekade, Raja Harald V turut membentuk Norwegia dengan kecerdasan, kebijaksanaan, dan kehangatan.
Respons yang tanggap dan tawa yang menular menjadi ciri khas sang raja, baik sebagai pribadi maupun sebagai seorang raja.
Ia memiliki minat yang luas dan sosok yang pemberani. Peran seorang raja pada dasarnya memiliki unsur konservatisme. Namun, Raja Harald menjalankan peran dan tugas dengan cara yang selaras dengan perkembangan zaman.
Berorientasi ke masa depan, sembari tetap berpijak pada akar sejarah, serta nilai-nilai yang mendasari peran tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Oslo, Ragnhild Hennum, menuturkan, Raja Harald memiliki arti penting bagi Universitas Oslo.
Pada 1997, ia meletakkan batu pertama pembangunan perpustakaan universitas yang baru di Blindern. Sebuah bangunan bagi ilmu pengetahuan dan pembelajaran untuk generasi mendatang.
Pemberian penghargaan tahunan berupa Medali Emas Baginda Raja merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi penting para peneliti muda terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
“Sang raja turut hadir saat Universitas Oslo merayakan hari jadi yang ke-200 pada 2011. Bersama dengan Baginda Ratu Sonja dan Baginda Ratu Margrethe dari Denmark. Kehadiran beliau menyoroti perjalanan panjang sejarah ilmu pengetahuan serta hubungan penting yang melintasi batas-batas negara,” ujarnya, dilansir dari situs Universitas Oslo, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ragnhild Hennum, dalam beberapa kesempatan, Sang Raja membawa tamu berkunjung ke universitas ini sehubungan dengan kunjungan kenegaraan.
Menghargai Ilmu Pengetahuan
Kunjungan terakhir terjadi pada 2017 saat Presiden Islandia beserta pasangan berkunjung ke Norwegia. Dalam berbagai kesempatan tersebut, pihak universitas menjumpai sosok raja yang sangat menghargai ilmu pengetahuan. Menaruh perhatian pada pembelajaran dan kesejahteraan mahasiswa, serta memahami nilai penting dari penelitian yang bebas dan independen,” ucapnya.
Ragnhild Hennum pun menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga kerajaan.
“Kami turut merasakan duka cita mereka dan yakin bahwa kenangan indah akan memberikan kekuatan di masa-masa mendatang. Kami menyambut Raja Haakon VIII yang mengemban tugas kerajaan dengan penuh tanggung jawab. Kami mengenang sosok Raja Harald dengan penuh hormat,” kenangnya. ***
