Raja Norwegia Harald V Wafat, Pernah Kirim Pesan Duka untuk Korban Gempa Yogyakarta

3 Min Read
Older man in a dark ceremonial military uniform with gold epaulettes and medals at a podium in a richly decorated room, speaking.
Raja Norwegia Harald V pada 8 April 2025. (Foto: Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP)

Mabur.co — Raja Harald V dari Norwegia meninggal dunia pada usia 89 tahun, Jumat (28/8/2026). Raja yang telah memimpin Norwegia sejak 1991 itu wafat dengan tenang di Rumah Sakit Universitas Oslo pada pukul 06.35 waktu setempat.

Dilansir The Guardian, Pemerintah Norwegia menetapkan masa berkabung nasional pasca-wafatnya sang raja. Bendera dikibarkan setengah tiang, sementara warga berdatangan ke sekitar Istana Kerajaan di Oslo untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kabar wafatnya Harald menjadi kehilangan besar bagi Norwegia. Perdana Menteri Jonas Gahr Støre menyebut Harald sebagai sosok yang memiliki pengabdian panjang dan berperan penting dalam menyatukan rakyat Norwegia.

Raja Sederhana

Selama masa pemerintahannya, Harald dikenal sebagai raja yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia juga dikenal aktif menyuarakan persatuan, toleransi, dan keberagaman.

Harald memiliki sejumlah masalah kesehatan. Ia pernah menjalani operasi kanker kandung kemih pada 2003 dan dipasangi alat pacu jantung pada 2024. Dalam periode terakhir hidupnya, ia juga mendapat perawatan akibat anemia hemolitik.

Meski kesehatannya menurun, Harald tidak pernah memilih turun takhta. Ia menyatakan telah mengambil sumpah untuk menjalankan tugas sebagai raja seumur hidup.

Bagi masyarakat Indonesia, Raja Harald mungkin tak begitu dikenal. Namun ia tercatat pernah memiliki catatan hubungan yang cukup berkesan dengan Indonesia. Terutama bagi masyarakat Yogyakarta.

Ucapan Duka atas Gempa Yogya 2006

Pada 27 Mei 2006, gempa bumi berkekuatan 6,3 mengguncang Yogyakarta dan sejumlah wilayah Jawa Tengah. Bencana tersebut menewaskan ribuan orang dan menyebabkan puluhan ribu lainnya terluka. 

Di tengah bencana itu, Raja Harald menyampaikan perhatian langsung kepada Indonesia. Duta Besar RI untuk Norwegia saat itu, Retno Lestari Priansari Marsudi, menyampaikan bahwa pada hari yang sama setelah gempa terjadi, Harald mengirimkan pesan dukacita kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg, juga menghubungi Presiden SBY melalui sambungan telepon untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan pemerintah Norwegia.

Dukungan tersebut tidak berhenti pada ucapan duka. Norwegia kemudian menyiapkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa, termasuk pengiriman tenaga dokter dan perawat serta rumah sakit lapangan.

Pemerintah Norwegia juga berkoordinasi dengan Palang Merah mengenai kebutuhan bantuan di Indonesia.

Jejak tersebut menjadi salah satu catatan hubungan kemanusiaan antara Norwegia dan Indonesia yang pernah muncul pada masa pemerintahan Raja Harald.

Setelah memimpin Norwegia sejak 1991, Harald kini telah berpulang. Putranya, Haakon, langsung mengambil alih takhta sebagai Raja Haakon VIII dan memilih semboyan yang sama dengan ayahnya, “Alt for Norge” atau “Semuanya untuk Norwegia.” 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar