Meriah, Atraksi Ratusan Drone Hiasi Muktamar NU ke-35

3 Min Read
Night scene of a large LED-dot sign forming the number five in teal and orange above a stage at night.
Logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama ditampilkan dengan drone show di langit Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Langit kawasan Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dihiasi pertunjukan cahaya dari ratusan drone pada Jumat (28/8/2026) malam.

Atraksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kemeriahan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Drone show digelar di halaman makam KH. A. Hamid Hasbulloh yang berada di depan lokasi Sidang Pleno GSG Hasbulloh Said.

Pertunjukan itu menarik perhatian para muktamirin maupun warga sekitar yang berkumpul di sejumlah titik untuk menyaksikan formasi drone dari dekat.

Sebagian penonton bahkan rela memenuhi area sekitar lokasi agar memperoleh sudut pandang yang lebih leluasa. Momen tersebut juga banyak diabadikan menggunakan telepon seluler.

Ratusan drone diterbangkan secara serentak dan dikendalikan untuk membentuk berbagai pola di udara. Cahaya yang dipancarkan drone kemudian membentuk sejumlah visual, mulai dari simbol yang berkaitan dengan Nahdlatul Ulama hingga ikon yang merepresentasikan Kabupaten Jombang.

Visual Tokoh Pendiri NU

Salah satu formasi yang menarik perhatian penonton adalah visual wajah tokoh pendiri NU. Selain itu, muncul pula simbol khas Jombang dan konfigurasi bendera Merah Putih yang menghiasi langit malam.

Pertunjukan berdurasi sekitar 10 menit tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus menambah semarak pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Arif Rahman, salah satu warga, mengatakan, dirinya langsung keluar rumah setelah mendengar suara yang tidak biasa dari luar.

Ia kemudian melihat ribuan cahaya di langit yang bergerak membentuk sejumlah gambar dan animasi.

“Sekarang sudah canggih, baru pertama kali ini melihat drone bisa ada cahaya yang membentuk Muktamar NU, dan banyak lagi animasi tentang Nahdlatul Ulama,” ucap Arif, dilansir surya.co.id, Sabtu (29/8/2026).

Sementara itu, panitia acara, Kiai Khumaidi, menjelaskan, kehadiran drone show ini bukan sekadar ajang pamer kecanggihan teknologi semata, melainkan sebuah perpaduan harmonis antara kemajuan zaman dan kearifan budaya.  

“Terus terang kami baru pertama kali menyaksikan drone show pada malam hari ini. Ini adalah sebuah perpaduan antara kecanggihan teknologi dan kearifan budaya,” ungkapnya.

Merangkai Penceritaan Visual

Kiai Khumaidi, menjelaskan, bahwa teknologi drone yang melayang di udara berhasil merangkai penceritaan visual yang sarat akan nilai filosofis.

Melalui formasi-formasi cahaya yang artistik, padat, dan singkat, pertunjukan tersebut menceritakan tonggak-tonggak sejarah penting.  

Mulai dari napak tilas berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), bagaimana organisasi para ulama tersebut dipertahankan, hingga sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai tempat dilaksanakannya muktamar.

Kesuksesan penyajian visual ini memicu rasa haru yang mendalam bagi pihak panitia.

“Saya apresiasi tinggi karena terobosan ini mencatatkan rekor tersendiri. Berdasarkan informasi yang dihimpun panitia, belum pernah ada perhelatan organisasi kemasyarakatan sejenis yang menggunakan pertunjukan drone show sekelas ini.  

Ini adalah hal yang baru dan patut diapresiasi. Secara pribadi sangat terharu dan tidak bisa berkata-kata dengan capaian ini. Alhamdulillah, ini kita sajikan sebagai bentuk pertama kali ada perhelatan organisasi masyarakat yang menggunakan drone show,” ucapnya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar